WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Kamis, 23 Februari 2012

The Revenge// YunJae Moment

Title                : The Revenge
Author            : Mika Bellamy
Cast                :
-      Jung Yunho
-      Kim Jaejoong
-      And other cast you can find out later


Malam itu suasana di salah satu rumah besar di daerah Gwangju terasa begitu mencekam. Udara
dingin yang menggigit sekujur tubuh membuat seorang lelaki bernama Jung Yunho meringkuk di
ranjang besarnya sambil memeluk sebuah guling. Dia merasa badannya kurang enak malam ini,
sepertinya sakit akan menderanya.

Suasana di rumah besar itu begitu sepi, senyap tiada suara. Tiada rengekan manja sang kekasih
tercinta yang menggeluti dadanya saat memadu kasih. Tiada lagi desahan-desahan nafas
menggelora yang membawanya terbang ke angkasa. Jung yunho kini merasa seorang diri di dunia
ini, lelaki yang mempunyai garis tegas pada wajahnya itu menerawang ke atas langit-langit
kamarnya.

Dia tak pernah merasa begitu tersiksa dengan masa lalunya. Sudah 2 bulan ini ia mulai
membiasakan untuk melupakan kekasih tercintanya namun malam ini entah mengapa ia malah
seperti mendengar kembali suara sexy kekasihnya. Dan mengingat kembali perbuatan nista yang
pernah ia minta pada kekasihnya Kim Jaejoong.

“ yunnie……” panggil jae manja

“ bila bayi dalam rahimku ini lahir, apa yang kau inginkan dariku?” Tanya jae sambil mengelus-elus
perutnya

Yunho tidak lekas menjawab. Hatinya merasa dipermainkan oleh sesuatu keinginan yang aneh.

“ boo…..ada sesuatu yang harus aku sampaikan padamu”

Jaejoong memandangi wajah tampan kekasihnya itu dengan bola mata yang mengisyaratkan
kemurnian cinta. Jae pasrah dan begitu tulus mencintai yunho, pria yang berhasil merebut hatinya.
Pria yang juga berhasil membuatnya meninggalkan orang tua serta adik yang dikasihinya demi satu
kata yang masih abstrak makna serta artinya yaitu CINTA.

Jae tidak peduli hujatan orang yang menghinanya sebagai pria aneh serta bodoh karena mau hidup
dengan kata2 “Kumpul Kebo” dengan seorang pria bernama Jung Yunho yang tidak ia kira pria yang
membuatnya gila itu kelak justru akan menjatuhkan vonis kematian atas dirinya.

Malam itu, yunho masih ingat, ketika lama saling terdiam. Jaejoong menantikan apa gerangan yang
akan disampaikan oleh yunho. perlahan terdengar suara lemah dari mulut yunho, setelah dia
menarik nafas panjang.

“ jae…..sebelumnya aku minta maaf. Mungkin impianmu ini tidak akan menjadi kenyataan. Aku
terpaksa memaksamu seperti ini bukan karena aku tidak mencintaimu”

Jaejoong bingung “ apa sih yang sebenarnya kau inginkan yunnie??” tanyanya sambil mengelus dada
bidang yunho manja dan tatapan kosong, karena ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh
kekasihnya itu.

“ begini jae, kau tau kan keadaan kita saat ini sungguh terjepit? Jadi aku minta kau sudi
melakukannya untukku. Kamu mau kan?”

“ maksudmu melakukan apa?” Tanya jae gemetar. Karena selama ini jae tidak pernah membantah
permintaan kekasih terlarangnya itu.

“ bagaimana kalau kita gugurkan saja bayi yang kau kandung itu?” jawab yunho lirih, seakan dia
sendiri juga ragu untuk mengusulkan ide gila itu

“ yun……” hanya itu suara yang keluar dari bibir cherry milik jaejoong, kemudian terdengar isakan
halus dari rongga dadanya. Jaejoong lari memeluk bantal diranjangnya, Yunho mendekati kekasihnya
itu dan membelai lembut rambut jaejoong. Pria itu mengecup tengkuk kekasihnya, lalu membalikkan
wajah jae.

“ boo, dengar dulu! Aku tahu perasaanmu. Akupun sebenarnya tak mau kau melakukannya. Tapi
keadaan kita jae….keadaan kita. Kau tahu seberapa besar rasa malu anak kita kalau tahu orang
tuanya adalah pria. Dan lagi kalau dia menanyakan dimana kakek neneknya, kita harus jawab apa???
Orang tuamu serta orang tuaku masih tidak menyetujui hubungan kita” tutur yunho

“ jadi kau malu mempunyai kekasih seorang pria?”

“ bukan begitu maksudku”

“ tapi ucapanmu tadi mengiyakan pertanyaanku barusan” jae menepis tangan yunho yang merangkul
pinggang rampingnya, namun yunhomalah  membengkap pipi jae lalu mencium bibir cherrynya

“ ku mohon boo, setidaknya setelah hubungan kita direstui oleh jedua orang tua kita. Kita bisa
mempunyai banyak anak”

Jae terbius oleh janji yunho dan juga ciuman yang diberikannya. Meski rasa khawatir terhadap
jabang bayi yang ada dalam kandungannya yang berusia 4 bulan itu terus menggelayut ia
mengiyakan permintaan kekasihnya itu.

2 bulan silam , pagi2 sekali dengan diantarkan sopir kepercayaanya yang bernama Shindong, yunho
mengajak jaejoong ke tempat aborsi. Disana yunho bertemu dengan seorang pria berkulit putih
dengan seringai yang lumayan bisa membuat bulu kuduk merinding. Pria itu mempersilahkan yunho
dan jaejoong untuk masuk kedalam sebuah ruangan.

“ apa tidak ada efek sampingnya dokter kyu, jika meminum ini” Tanya jae sambil memperhatikan
name tag yang berada tepat dibagian dada jas berwarna putih yang dipakai dokter yang bernama
kyuhyun itu

“ tidak ada, meminum obat ini tidak akan merusak organ seksualmu tidak sama halnya kalau di
vacum atau di capit. Obat ini hanya memberikan efek mulas pada perutmu dan besok pasti janin itu
keluar bersamaan dengan kotoranmu” jelas dokter kyu

Dengan terpaksa jae meminum obat yang diberikan oleh dokter kyu, walaupun rasa obat itu sangat
pahit namun jae memaksakan diri untuk meminumnya. Dan selang beeberapa menit kemudian obat
itu mulai bekerja, jae merasakan sakit yang teramat sangat pada perutnya. Yunho memegang
tangan jae yang berkeringat dingin tersebut sementara dokter kyu menyuruh jae untuk berbaring.

Setelah berbaring, dokter kyu memijat perut jae ke atas dan kebawah, setelah dipijat sakit yang
dirasa jae berkurang. Sebelum sang dokter mengizinkan yunho dan jae pulang. Ia menyodorkan obat
yang harus diminumnya lagi dirumah pada jae.

Namun, ketika yunho dan Jaejoong baru saja sampai di rumah, jaejoong kembali merasakan
kesakitan yang luar biasa. Melihat keadaan iistrinya yang sebegitu menahan kesakitan, yunho tentu
saja menjadi sangat cemas. Cukup lama jaejoong bergulat dengan rasa sakitnya, sedangkan yunho
hanya bisa bingung tanpa tahu apa yang harus dilakukannya.

Keadaan jaejoong makin parah ketika darah segar mengucur deras membanjiri kedua pangkal
pahanya, disusul kemudian gumpalan-gumpalan darah berwarna kehitam-hitaman seperti hati ayam
yang belum matang. Terdengar suara rintihan jae yang menyayat hati bagi siapapun yang
mendengarnya.

Dan sesaat kemudian jaejoong terdiam, tubuhnya tidak bergerak, nafasnya yang tadi bergemuruh
kini lenyap berganti ketenangan yang tak berirama. Wajahnya yang biasanya putih merona kini
kelihatan pucat pasi.  Yunho berteriak melihat keadaan kekasihnya yang kini tak bernyawa.

Yunho merasa sangat menyesal dan berdosa. Dia tidak hanya membunuh satu orang yang
seharusnya ia jaga tapi juga seseorang lagi yang amat ia cintai. Dalam hati yunho mengutuki
perbuatannya. Namun memang benar kata pepatah penyesalan selalu datang belakangan.

Malam ini, tepat 2 bulan kepergian jaejoong. Entah mengapa ia merasa sangat gusar, badannya
sangat tidak enak, matapun sulit terpejam. Udara yang lembab, langit yang tampak hitam pekat dan
angin yang bertiup kencang membuat bulu kuduk yunho berdiri.

BRUKKKK

Mata sipit yunho terbelalak mendengar suara jatuh sebuah benda, lalu ia pun mencari apa benda
yang terjatuh itu. Langkah yunho gemetar diliputi perasaan takut yang entah kenapa tiba-tiba
menjalar dalam tubuhnya. Sementara itu terdengar lolongan anjing yang jelas memecah kesunyian
malam seperti memberi isyarat maut bagi yunho.

Sewaktu ia berdiri didepan bekas lemari pakaian milik jaejoong. Tiba2 asap putih muncul dari Dalam
lemari jae,asap itu mulanya tipis saja tapi makin lama kian menggumpal jelas. Beberapa detik
berselang gumpalan asap putih itu menjelma menjadi sosok Jaejoong. Berdiri dengan wajah yang
sangat muram. Jaejoong menatap yunho dengan penuh penyesalan dan pegharapan.

“ yunnie, aku tak tahan disana sendirian. Aku minta pengertianmu. Aku mohon padamu temani aku
disana yun. Aku tidak sanggup menanggungnya sendirian. Bukankah kau pernah berjanji padaku mau
merasakan suka dan duka bersamaku? Jadi kumohon temani aku yun”

Aliran darah yang mmengalir ditubuh yunho seakan berhenti mengalir, yunho terdiam. Dia tidak
mungkin dapat mengabulkan permintaan jae. Dia masih ingin hidup. Pikiran yunho bergejolah apakah
ini dulu yang pernah jaejoong rasakan saat dirinya meminta untuk menggugurkan kandungannya???

Yunho ingin berlari menjauh siluet tubuh jaejoong yang ada dihadapannya namun kakinya seperti
terikat erat di lantai. Ia tak bisa menggerakan kakinya sedikitpun. Tangan jaejoong menyentuh tubuh
yunho lalu menariknya kedalam lemari. Setelah itu tubuh jaejoong lenyap dari pandangan,
meninggalkan suara cekikikan yang amat mengerikan.

Esok paginya, changmin adik yunho yang ingin menjenguk keadaan kakaknya sangat terkejut saat
melihat yunho sudah tergeletak tak berdaya di lantai kamarnya.

“hyuuuuung” teriak changmin

FIN

OMO, akhirnya selesai juga ni FF horror pertamaku.terinspirasi dari kejadian malam hari dikamarku,
agak scary sih tapi malah membawa inspirasi, hehehe Mudah2an kalian suka ya, buat yang baca
gomawo, buat yang baca plus ngasih jempol serta kritikannya aku ucapkan gomawo sangat.

Salam

Mika bellamy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar