Author : it’s Me author gaje yang lagi mupeng sama Jang Wooyoung (Mikbels)
Genre : Romance
Rating : NC 21
Cast : lagi2 saya bawa 2PM, saya lagi tergila2 sama mereka
Main Cast :
- Yoo/Jang Eunri
- Jang Wooyoung 2PM
Another Cast :
- Member 2PM

Ready???
Rolling…..Action
I’m Your Man
Jang Wooyoung POV
Para lelaki di dunia ini terkadang ragu ketika ia ingin meninggalkan status lajangnya, namun tidak untuk diriku. Ku sangat siap meninggalkan status lajangku demi seorang yeoja. Yeoja yang sangat ku cintai, yeoja yang sudah 4 tahun ini mengisi ruang dalam hatiku, yeoja yang mengajarkan aku makna cinta, yeoja yang mengajarkanku kesabaran, yeoja yang mengajarkan aku pentingnya berbuat baik pada orang. Yeoja yang secara sempurna mengubah diriku yang dulunya sangat kelam sekarang berubah menjadi lebih baik.
Yoo eunri, itulah nama yeoja yang sangat, ani sangaaaaaaaaattttt aku cintai. Aku rela menggadaikan nyawaku demi dia, apapun untuknya. Dan sekarang adalah hari yang paling membahagiakan bagiku, kini eunri sudah milikku sepenuhnya. Cincin di jari manisnya telah menandakan kalau ia sudah menjadi milikku.
“ chagi” panggilku pada eunri yang tengah menatap para tamu undangan di pesta pernikahan kami yang bertemakan garden party, dia menoleh sambil melempar senyum yang paling aku rindukan
“ ada apa?” tanyanya
“ ehmm, gomawo” ucapku, ia terlihat mengerutkan keningnya seperti tidak mengerti untuk apa aku mengucapkan terima kasih padanya
“ untuk apa?”
Aku tersenyum, ku tangkup pipinya yang suka menggembung jika ngambek. Ku dekatkan wajahku kedepan wajahnya lalu tersenyum
“ karena kau sudah mempercayakan aku sebagai suamimu” ia mencubit hidungku gemas
“ kalau begitu aku juga harus berterima kasih padamu, karena telah mempercayakan aku sebagai istrimu” kami berdua sama-sama tersenyum, reflek aku mendaratkan kecupan dibibirnya. Namun entah kenapa aku tak hanya menginginkan sebuah kecupan sehingga aku memperlama ciumanku. Walaupun kami sama2 tidak saling memagut tapi aku suka keadaan seperti ini. Ketika Bibirku dan bibirnya saling menempel
“ ehemm ehemmm” sebuah deheman keras menghentikan aktifitas kami
“ kami tahu kalian sudah menikah” seru ke 5 namja tampan berjas hitam yang kelihatan sangat gentle. Mereka adalah junsu kakakku, junho, taecyeon, chansung dan nickhun teman-temanku
“ tapi setidaknya bisa bersabar sebentar kan untuk melakukan itu sampai nanti malam” lanjut chansung. Aku dan eunri menunduk malu
“ selamat ya adikku, kau melangkahiku menikah. Tapi aku senang kau dapat wanita seperti eunri” ucap kakakku sambil memelukku memberi selamat tidak hanya padaku tapi juga eunri
“ terima kasih hyung” aku membalas pelukannya
Junho, chansung, taec dan nichkunpun memberikan selamat pada kami berdua. Bahkan taec yang memang sedari dulu pernah jujur soal rasa sukanya pada eunri memberikan eunri sebuah boneka kura-kura besar pada eunri. Ya eunri memang menyukai hewan yang satu itu. Walaupun taec suka pada eunri dia tidak pernah membuatku dan eunri berpisah, malah dia mendukung hubunganku dengan eunri. Saat inipun taec sudah menikah dengan jung mimi
Hari yang melelahkan setelah seharian tadi melayani para undangan untuk bersalaman, aku meregangkan ototku yang terasa kaku. Lalu menghempaskan tubuhku ke sebuah ranjang dengan hiasan kelopak bungan mawar berwarna merah
“ ehmm harum” batinku sambil menutup mataku
‘ Cklek ‘
Ku dengar pintu kamar mandi terbuka,pasti istriku yang cantik itu sudah selesai mandi. Ya setelah acara selesai eunri memutuskan untuk langsung mandi
“ jang wooyoung berbaliklah, jangan melihatku ya” ucapnya masih dari dalam kamar mandi
Aku bingung mendengar ucapan eunri, memangnya ada apa dengan dia sampai aku tak boleh melihatnya
“ kenapa sih ibumu memberikan baju ini kepadaku, ia malah menyuruhku untuk memakainya dimalam pertama kita” dari nada suaranya eunri seperti sedang mengumpat kesal, tapi senyumku langsung mengembang. Oemmaku pasti memberikan lingeri seksi sebagai hadiah pernikahan kami. Oemmaku memang paling the best.
“ eunri-ah, kau malu??? Pada namja yang sudah menjadi suamimu,heoh??”
“ ani, hanya saja. Aku tak mau melihatmu memandangiku dengan mata penuh nafsu. Aku iritasi jika melihatnya”

Aku tertawa, aigooo kenapa istriku ini begitu polos. Dari semasa kami pacaran memang ia selalu pesan padaku untuk tidak memandanginya dengan tatapan menggoda atau penuh nafsu, karena dia akan langsung berteriak. Pernah sekali waktu awal aku pacaran dengannya aku ingin menciumnya. Aku menatapnya dengan pandangan orang ingin mencium, yah kalian tahu kan??? Belum sempat bibirku ini mendarat di bibirnya, kepalaku malah dihadiahi sepatunya. Mulai saat itu jika aku mau menciumnya selalu dengan tiba2 atau aku menyuruhnya menutup mata terlebih dahulu. Dasar eunri…..
“ kau mandi saja deh, tapi ke kamar mandinya jangan melihatku ya”
“ aishh Yoo eunri, ani Jang Eunri. Ini malam pertama kita masa aku tidak boleh melihat istriku” aku mencoba untuk menggodanya dengan kata-kata
“ jang wooyoung, jangan mulai menggodaku!!!”
“ huh, istriku ternyata tidak asyik. Aku menikah dengan yeoja lain saja kalau begitu” aku makin senang menggoda eunri yang masih berada didalam kamar mandi, aku yakin saat ini dia sedang menggerut sebal karena ucapanku
“ kalau kau berani menikahi yeoja lain, ku bunuhku kau!!!!” gertak eunri tanpa keluar dari dalam kamar mandi
Aku bangun dari ranjang lalu duduk sambil mencari ide agar istriku itu mau keluar dari kamar mandi. Otakku terus saja berfikir cara apa yang paling ampuh untuk membuatnya keluar. Ahasebuah ide mampir dalam otakku, aku berjalan menuju meja menggetokkan sebuah buku tebal ke kaki meja
“ drakkkk”
“ wooyoung-ah, suara apa itu?”
Aku tidak menjawab pertanyaan eunri, aku malah mengaduh kesakitan sambil berakting mengurut-ngurut kakiku, dengan cara ini pasti eunri khawatir. Benar saja dugaanku, ku lihat eunri mulai melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Dan OMO mataku hampir terjungkal dari tempatnya karena melihat pakaian yang ia kenakan. Lingeri berwarna hitam yang sedikit transparan sehingga aku bisa melihat jelas apa yang ada di balik lingeri itu. Dua buah gundukan yang dibalut bra hitam serta ehmmm, aku tak bisa menjelaskan lebih lanjut. Lekuk tubuh eunri membuatku melupakan aktingku. Sampai aku tersadar eunri sudah berada dihadapanku
“ gwaenchana?”
Aku langsung melanjutkan aktingku, meringis kesakitan sambil mengelus kakiku
“ kakimu kenapa?” tanyanya panic sambil menyentuh kakiku
“ awww” aku berpura-pura menjerit agar aktingku terlihat lebih meyakinkan, dapat kulihat wajah eunri makin panik.
“ gwaenchana, kakiku hanya terpentok kaki meja?”
“ bodoh, matamu kemana sampai kaki meja sebesar ini masih kau tabrak juga? Biar ku ambilkan kotak p3 dan air untuk mengompres kakimu” ketika kakinya mulai beranjak, aku langsung memeluk pinggang rampingnya dari belakang. Eunri mulai menggeliat kegelian saat aku menjilati kupingnya. Dan
“ awwww” kurasakan kakiku nyeri karena eunri menginjak kakiku dengan kencang
“ pembohong!!!!” umpatnya kesal sambil melipat tangannya dan membelakangiku
“ kalau tak begitu kau tidak akan keluar dari kamar mandi kan? Kajja lakukan apa yang sudah menjadi tugasmu sebagai istriku di malam pertama” aku mulai menagih tugas pertama eunri sebagai istriku
“ tugas apa?” alisnya bertaut seperti sedang kebingungan
“ tentunya melayani suamilah” jawabku, sambil menggendongnya kearah ranjang dan menghempaskan tubuhnya keranjang berukuran besar itu
“ ahh, ne araso. Tapi kau mandi dulu sana” ia mendorong dadaku yang mulai menindihnya
“ ah aku punya ide yang lebih bagus” aku kembali menarik tubuhnya yang sudah terhempas di ranjang dan kugendong kembali tubuh mungilnya menuju kamar mandi
“ pasti seru jika melakukannya di dalam kamar mandi”
Mata eunri membulat lebar, ia meronta-ronta memukuli dadaku. Kalau tak begini aku tak akan dapat apa yang sudah menjadi hakku, aku mengeluarkan seringaiku membayangkan apa yang bisa kulakukan bersamanya didalam kamar mandi
Brakkk
Kututup pintu kamar mandi dan apa yang terjadi selanjutnya bisa kalian bayangkan kan? Aku tak perlu menjelaskanna terlalu rinci disini. He3x

Kututup pintu kamar mandi dan apa yang terjadi selanjutnya bisa kalian bayangkan kan? Aku tak perlu menjelaskanna
terlalu rinci disini. Hehehe
“ wooyoung paboo, awas saja kalau habis ini aku terkena flu” gerutu eunri yang saat ini masih dalam dekapanku, bahkan
kami masih berada dalam bath up yang sudah tidak ada airnya, dan lagi aku belum mencabut juniorku dari kemaluannya.
Aku tahu pasti alasan eunri menggerutu seperti itu, bukan apa-apa. Aku memang yang kelewatan bermain dengannya
dalam keadaan di bawah shower mandi. Dan itu terus-terusan terjadi sampai pagi
“ sudah ayo kita ke kamar, dan lepaskan juniormu dari miss.V ku” ia memukul bahuku, bukannya melepaskan aku malah
mengeratkan pelukan membuat juniorku yang masih menancap di miss V-nya lebih masuk kedalam dan itu membuatnya
melenguh. Mendengar leguhannya aku jadi menginginkannya lagi, walaupun aku tahu ia akan menolaknya karena tadi
aku sudah menggenjotnya semalaman. Tapi aku benar2 menginginkannya
“ chagi…..” ucapku lembut sambil membelai rambutnya
“ wae?” tanyanya sambil menggigit bibir bawahnya, pasti sekarang ia sedikit merasakan nikmat oleh gerakan2 juniorku
didalam miss V-nya
“ baiklah kita pindah ke kamar, tapi aku tak mau melepaskan juniorku”
“ mwo????”
Tanpa mendengar persetujuan darinya, aku berdiri sambil menggendong eunri, kakinya menggantung dipinggangku.
Setiap langkah jalanku dari kamar mandi menuju kamar, membuat eunri mendesah kenikmatan. Mungkin karena
hentakkan juniorku yang ikut2an bergerak di dalam miss V eunri
“ sssthhhh, ahhhhh wooyoung-ah” eunri meremas rambutku. Aku membaringkan diri diatas ranjang sedang eunri berada
diatasku
“ Ride on, chagi” pintaku pada eunri, awalnya ia menggeleng namun saat aku mengatakan ini untuk yang terakhir
akhirnya ia mau. eunri menopang tubuhnya didadaku, lalu mulai menggerakkan pinggulnya
“eunria-ah…..hhah…good…shh…it’s good…ahhh” desahku saat kurasakan sensasi kenikmatan pada juniorku, tak hanya
juniorku yang merasakan nikmat. Mataku juga terpaku pada dua buah benda menggantung di tubuh eunri, 2 buah benda
bulat yang sudah dipenuhi oleh tanda kemerahan. Jejak cintaku yang kuberikan padanya. Kali ini aku tak mau
menyiksanya sehingga aku hanya bisa memandangi 2 buah benda menggantung indah itu bergoyang-goyang didepanku.
Namun makin aku menikmatinya makin aku tidak bisa menahan nafsuku untuk menjamahnya, jadi aku putuskan untuk
meremasnya sedikit saja
“ hahhh, wooyoung-ah, ssstthhhhh”
“ chagi, faster” aku terus saja meremas dua bukit kembar eunri lalu eunripun melakukan apa yang kusuruh, ia makin
mempercepat gerakannya
“ eunri-ah……hhhhaaahhh”
“ ak…aku mmmm aauuu kell………”
“ AKHHHHHH” desah kami bersamaan, saat kami mencapai orgasme untuk kesekian kalinya secara bersamaan
Eunri ambruk di dadaku, aku sedikit merasa bersalah padanya. Ku tarik badannya hingga ia berbaring disampingku. Aku
mencabut juniorku dari Miss V-nya
“ ssshhhttt” desis eunri
“ gomawo for tonight chagi” ucapku padanya, ia tersenyum lalu menaruh kepalanya didadaku
“ saranghae” ucapku lagi sambil mengecup puncak kepalanya
“ nado saranghae wooyoung-ah”

Setahun kemudian
Tak kusangka pernikahanku dengan eunri sudah hampir berjalan satu tahun, tepatnya 2 hari lagi aku akan anniversary
dengan dirinya. Eunri benar2 membuat aku menjadi laki-laki sejati bersamanya setahun ini membuat diriku lebih
sempurna, namun ada satu hal yang belum melengkapi kebahagian rumah tangga kami, ANAK ya, sudah berbagai cara
aku dan eunri lakukan untuk mendapatkan anak tapi rahimnya tidak ada tanda-tanda si jabang bayi yang kami
idam-idamkan. Mungkin Tuhan sedang menguji cinta kami dulu baru akan memberikan kami buah hati.
“ wooyoung-ah….cepat turun. Sudah jam berapa ini? Kau bisa telat ke Kantor, nanti Junsu Oppa marah2 lagi seperti
kemarin saat kau terlambat masuk kantor” teriakan eunri membuatku berhenti memikirkan anak, pokoknya hari ulang
tahun pernikahan kami, aku akan memberikan kejutan special untuk eunriku tercinta
“ ne, chagi. Aku kebawah” ucapku sambil mengambil jas dan juga dasi yang terlampir dibangku meja rias kamarku dan
juga eunri.
“ lama sekali, sedang apa sih?” tanyanya dengan wajah sedikit kesal, aku merangkul pinggangnya
“ tidak sedang apa-apa kok” jawabku, eunri kemudian mengambil dasi dan memakaikannya di kerah kemejaku. Terbesit
ide jahil dalam pikiranku, aishhh kenapa keyadonganku selalu muncul jika aku berdekatan dengan istriku sih. Aku tidak
mau di cap sebagai pria pervert, batinku menahan nafsu yang menggebu-gebu
“ kenapa?” Tanya eunri dengan wajah bingung melihatku, aku menggeleng. Jang Eunri berhenti menggodaku, aku
memalingkan mukaku dari wajahnya yang setiap hari ingin kusentuh
“ yak, jang wooyoung kau ini kenapa sih?”
“ cepat kau pakaikan dasinya, nanti aku telat” jawabku tanpa memandangnya
“ ishhh, kau aneh sekali” kudengar dia menggerutu sambil terus memakaikan dasi
“ nah selesai” ucapnya sambil memakaikanku jas dan menepuk-nepuk bagian pundakku, Eunri-ah sentuhanmu membuatku
gila
“ wah suamiku tampan”
“ sudah dari dulu kan? Baiklah aku berangkat” potongku lalu buru-buru pergi
“ ishh kau melupakan sesuatu” ujar eunri, aku menoleh dengan alis bertaut bingung. Eunri mendekatiku lalu menjijitkan
kakinya
“ aku tahu apa yang kau pikirkan sedari tadi, tapi nanti malam saja ya” ucapnya menggoda lalu mengecup bibirku sekilas
namun sukses membuatku membeku
“ sudah sana berangkat” ia mendorong tubuhku kebelakang
“ awas kau nanti malam eunri-ah, akan kau habisi kau”
“ aku tunggu” jawabnya sambil tersenyum

@ Kantor
Aku tersenyum-senyum sendiri membayangkan apa eunri lakukan semalam, dia benar2 membuatku gila. Tarian push push
dengan baju cat woman tak lupa buntut kucingnya masih terngiang2 dipikiranku. Aigooo istriku itu memang bisa
membuatku melupakan segalanya, tapi....... apa yang mesti aku lakukan untuk membalasnya.
“ awwwwww” aku meringis kesakitan saat kurasakan sebuah sentilan hebat mendarat dikeningku
“ aigooooo, jang wooyoung apa yang kau pikirkan sih? Sampai aku dan junsu hyung datang kau tidak sadar” chansung
duduk dibangku sebelahku sambil menatapku penuh tanya, begitu juga dengan wajah junsu hyung. Dan yang bisa
kulakukan hanya menunjukan senyum manisku
“ cih, pasti kau berfikiran jorok ya?” tebak chansung, BINGO tebakan chansung memang benar, aku memang sedang
memikirkan eunri, junsu hyung menunjukan beberapa dokumen yang perlu aku ketahui. Aku mengambil lalu membacanya,
mataku terbelalak hebat. Proyek yang aku kerjakan bersama junsu hyung dan juga chansung menang tender.
“ kita menang hyung??” tanyaku masih tak percaya, junsu hyung mengangguk, chansung menepuk bahuku “ ayo kita
rayakan?” aku berfikir sejenak menjawab ajakan chansung. Lalu menggeleng pelan
“ aku harus memberikan sesuatu pada eunri, sebentar lagi kan ulang tahunnya. Aku ingin memberikan sesuatu yang
special untuknya” chansung dan junsu hyung mengangguk2 mendengar penolakanku terhadap ajakan merayakan proyek
yang berhasilkan kami menangkan.
“ sudah terfikir untuk memberikan eunri apa?” tanya junsu hyung, aku menggeleng. Dan kami bertigapun memikirkan hadiah apa yang pantas ku berikan pada eunri. Berbagai alternatif hadiah dilontarkan jusu dan juga chansung tapi tak satupun ada membuatku memilihnya. Sampai
“ aishhh, jung mimi bisakah kau tidak membicarakan boyband yang satu itu?”
“ tidak, 2PM itu HOT yeobo, sangat Hot. Lihat abs mereka. Kereennnn”
Aku, chansung dan junsu menoleh ke sumber suara. Di depan pintu terdapat taecyon dan juga mimi istrinya. Entah apa yang mereka ributkan tapi terlihat jelas raut muka taechyon yang kesal.
“ sudah ya yeobo, aku janjian dengan eunri untuk nonton dvd konser 2PM. Bye, Chu” mimi meninggalkan taec lalu melambaikan tangannya pada aku,junsu dan chansung. Taec berjalan menuju kami bertiga dengan tampak kuyu, junsu hyung menanyakan apa yang terjadi pada pria yang punya badan bagus itu. Taec mengatakan bahwa dirinya kesal melihat mimi istrinya terlalu tergila-gila pada 2PM. Kami bertiga mengernyitkan dahi
“ 2PM?? Boyband itu?” tanya chansung yang dijawab anggukan cepat oleh taec

“ aku hampir dibuat gila karena mimi terus2an membicarakan ke6 pria itu” taec menggaruk gusar kepalanya. Aku mengingat perkataan mimi barusan, melihat dvd 2pm bersama eunri, istriku??? Apa eunri juga menggilai 2PM seperti mimi.
Aku langsung mengambil poselku dan mengetik berapa kata untuk ku kirim ke mimi, dan segera mimi membalas pesan singkatku. Aku menyeriangi senang saat membacanya, membuat junsu hyung, chansung dan juga taec bingung melihat tingkahku.
“ hyung, apa kau tahu lagu2 2PM yang sedang hits saat ini?” tanyaku pada taec hyung, ia menggeleng
“ untuk apa kau menanyakannya?” tanya taec, aku tersenyum simpul tidak menjawab pertanyaannya. Sekarang aku punta ide untuk menghadiahi eunri di hari ulang tahunnya
“ browsing saja di internet” usul junsu hyung yang membuatku langsung memeluknya
“hyung, kau memang kakak paling the best” aku mulai kembali ke meja kerjaku dengan langkah riang, membuat taec, chansung dan juga junsu hyung memandangiku penuh tanda tanya
Kini aku sudah duduk didepan komuter kerjaku, segera aku mengetik 2pm dalam kotak pencarian google dan voilla beberapa artikel serta foto-foto mereka muncul dalam sekejap. Aku menggerakkan kursor mouseku kebawah menelusuri setiap artikel didalamnya, dan entah kenapa ku hentikan gerak kursorku ketika melihat salah satu video mereka yang berjudul I’m Your Man. aku mengklik video tersebut senyumku mengambang saat melihat video itu
“ Jang Eunri, saengil Chukae. Aku yakin hadiah dariku ini akan membuatmu makin mencintaiku”
Seminggu sebelum ulang tahunnya

Aku meminta tolong pada nickhun hyung dan juga junho untuk mengajariku sebuah gerakan tarian, awalnya nickhun dan
juga junho sempat menanyakan kenapa aku mau belajar menari. Setelah aku jelaskan mereka berdua paham lalu mulai
mengajariku menari. Aigooo ternyata menari itu sulit sekali, pinggang, kaki serta punggungku sakit sekali
@ Rumah
“ chagi, kenapa akhir-akhir ini kau pulang larut sekali? Dan kau terlihat lelah sekali, apa pekerjaan dikantor membuatmu
begini?” tanya eunri tanpa jeda saat aku baru pulang dari kantor, ani tepatnya sanggar dimana aku latihan menari diajari
nickhun hyung dan juga junho
“ aku baik-baik saja, sayang” aku mengacak-acak lembut puncak kepala istriku yang 2 hari lagi berulang tahun
“ aku siapkan air panas untuk mandimu ya” ucapnya sambil menaruh tas kerjaku di meja kerja lalu beranjak menuju
dapur, namun baru 3 langkah ia berjalan aku menarik tangannya, mendekap tubuh mungilnya sambil mencium wangi
harum yang berasal dari rambutnya
“ aishhh jang wooyoung, jangan mulai. Mandi dulu.........” ia mendorong tubuhku, aku hanya tersenyum melihat
tingkahnya yang masih seperti bocah, aku menggaruk alisku
“ aku akan mandi tapi berikan satu ciuman dulu” pintaku sambil memeramkan mata, dan tanpa menolak dia mencium
pipiku, tapi aku tak puas hanya dicium di pipi. Aku ingin lebih
“ eunri-ah, kenapa dipipi. Aku mau disini” aku menunjuk-nunjuk bibirku dengan telunjuk, dia menggetok kepalaku
“ mandi duluuuuuuu”
Aku menggaruk leher belakangku sambil mendengus-dengus mencoba mencium aroma tubuhku, pantas saja ia tak mau
menciumku. Badanku berbau tak sedap
@ Eunri Birthday
20 November 2011
“happy birthday my lovely wife, aku harap di hari ulang tahunmu kau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagian dan
juga keselamatan. Aku mencintaimu” aku berbisik ditelinga eunri yang berada dipelukanku, ia tersenyum sambil
memandangi wajahku
“ gomawo my lovely husband, aku juga mencintaimu” ia makin menenggelamkan wajahnya didadaku, tanganku makin
erat memeluk pinggangnya
“ tunggu hadiahnya, sepulang aku kerja ya” ucapku dapat kurasakan dia mengangguk. Aku meraih dagunya
“ pejamkan matamu, tak lucu jika aku ingin menciummu dan kau berteriak” ucapku, ia lalu memejamkan matanya, dan aku
dapat leluasa mencium bibirnya
@ kantor
aku mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada nickhun hyung dan juga junho yang mau mengajariku menari.
“ sukses untuk nanti malam ya wooyoung-ah” ucap nickhun hyung sambil menepuk-nepuk bahuku, aku mengangkat
jempolku tanda semua persiapan untuk hadiah ulang tahun eunri nanti malam sudah beres
Junsu hyung, chansung dan juga taec hyung yang tidak tahu apa-apa saling berpandangan mendengar pembicaraan
aku dengan nickhun hyung dan juga junho
“ memangnya apa hadiah yang akan kau berikan untuk eunri?” tanya chansung padaku, nickhun dan junho hanya tersenyum-senyum mendengar pertanyaan chansung
“ sudahlah, kau masih kecil jadi tak perlu tahu” jawab junho
“ yak, kau ini.....”
“ aishh sudah-sudah jangan bertengkar. Ini kantor” lerai junsu hyung, aku melirik jam yang bertengger di dinding kantor,
sudah saatnya pulang, akupun berpamitan pada mereka berlima
“ bye bye hyung......aku tahu eunri pasti akan menyukai kejutan dariku ini”
@ Rumah
“ wooyoung-ah.......kenapa kau menutup mataku” eunri menanyakan pertanyaan yang sama sedari tadi ketika aku
menutup matanya dengan sebuah sapu tangan. Setelah dinner romantis untuk merayakan ulang tahunnya, aku
membawanya ke suatu ruangan yang tak asing baginya jika ia melihatnya secara langsung. Dengan menutup matanya
begibi eunri tidak akan tahun apa kejutan didalam ruangan tersebut
“ woo......” serunya
“ sebentar chagi” ucapku yang meninggalkannya disebuah sofa karena masih ada yang harus aku siapkan. Ehmmm aku
mulai mengecek satu persatu penampilanku setelah dirasa beres aku meredupkan lampu ruangan sehingga lebih remang
“ eunri-ah, saengil chukae. Bukalah penutup matamu” ucapku, bersamaan dengan ia membuka penutup mata tanganku
juga memncet tombol remote dvd dannnnn terdengar backsound lagu

I’m Your Man.......I’m Your Man.......I’m Your Man......I’m Your Man......
Baby I’m Your Ma....aa....aa.....nnn Ma....aa.....nnn
I’m Your Ma.....aa.....aa...nnn
Please Be with Me Please Be With Me
Eunri menutup mulutnya, kurasa ia terkejut aku melakukan hal ini kepadanya. Bernyanyi sambil menarikan lagu I’m Your
Man milik 2PM, sebisa mungkin penampilanku mirip dengan personil 2PM itu, memakai kemeja putih dengan jas warna
hitam tak lupa dasi melilit dileher.
Aku terus saja menari mengikuti musik, setiap gerakan aku hafalkan hasil belajar dengan nickhun hyung dan juga junho.
Saat aku mulai menarikan dance 2PM dengan dasinya, Eunri makin menganga tak percaya, ia makin tak bisa
mengendalikan dirinya saat aku memainkan jasku dan membuka kancing kemejaku mirip dengan apa yang dilakukan
member 2PM tersebut. Eunri berteriak histeris seakan menonton langsung konser 2PM.
Diakhir lagu, aku mendekati istriku tercinta itu, memberikan kecupan lembut di bibirnya sambil berkata
“ baby I’m Your Man, please be with me please be with me”
@ Paginya
Aku senang dengan apa yang telah aku berikan pada eunri tadi malam. Walaupun untuk melakukan tarian i’m your man
itu tidaklah mudah namun demi istriku tercinta aku rela berbuat apa saja.
“ wooyoung-ah” eunri menggeliat didadaku yang topless
“ ehmmm” aku menanggapinya dengan deheman, ia menarik wajahku hingga aku berhadapan dengan wajah cantiknya
“ gomawo” ucapnya lembut sambil mengeratkan pelukannya dalam tubuhku sehingga aku dapat merasakan kulit
tubuhnya yang juga naked karena setelah aku memberikan hadiahku berupa pertunjukan I’m Your Man itu, yah kalian
sudah tahulah apa yang dilakukan suami istri pada umumnya.
Aku menaggapi rasa terima kasihnya dengan mencubit hidungnya sambil tersenyum
“ sama-sama chagi, tadi malam kaupun tumben tidak teriak saat aku melihatmu penuh nafsu” ia mencubit dadaku
“ itu karena....karena.....” eunri terlihat bingung menjelaskan alasannya tidak teriak saat aku menggodanya dengan
tatapan pervertku
“ sudahlah aku mengerti, itu karena kau terpesona dengan tarianku kan????” aku kembali menggodanya
“ yak jang wooyoung” kini ia kembali malu dengan sikapku, aku tertawa makin membuatnya mengerucutkan bibirnya
sebal. Namun kami berdua sama-sama terdiam sampai
“ wooyoung-ah.......you really really really my man”
Aku tersenyum mengeratkan pelukanku sambil mengecup keningnya
“ i know, i’m always your man ever and forever”
“ wooyoung-ah......” aku melihat wajah eunri yang sedari tadi memanggilku, aku menaikan alis tanda bertanya kenapa ia
terus memanggil namaku
“ ehmmm, chukae” kurasa kini alis serta keningku berkerut berbarengan karena aku tidak mengerti eunri memberikan
selamat padaku untuk apa. Eunri menarik tanganku meletakkannya di perutnya, aliran darahku seakan berhenti namun
fikiranku mengawang-awang ke suatu kata “ANAK”
“ kenapa bengong?” pertanyaan eunri kembali membawaku ke dunia nyata, aku menagkup pipi eunri, raut mukanya
memancarkan kebahagian yang teramat sangat. Aku tersenyum lebar
“ jinjja??? Kau hamil?” tanyaku untuk meyakinkan tebakanku, ia mengangguk. Aku berteriak kegirangan, satu tahun kami
menantikan hal itu dan saat ini dimana istriku baru saja merayakan ulang tahunnya, ia memberikanku kabar yang teramat
membahagiakan ini.
Entah apa yang mesti aku lakukan pada eunri, ia telah benar-benar membuatku menjadi seorang pria, merasakan
indahnya cinta dan juga pengalaman menjadi calon ayah. Jang Eunri nan jeongmal Saranghamnida
Aku kembali mengecup keningnya, entah berapa lama aku terus-terusan mencium keningnya
“ woo.......saranghaeyo” ucap eunri saat aku masih mencium keningnya
“ nado istriku”
END
Yes, finally i can finish my work. Puas juga sih liat hasilnya tapi masih kurang greget di endingnya. But untuk yang ga
sengaja baca atau kena tag. Makasih banget loh dah mau baca ff ini. *bow bareng MinTopJoon*. Sampai ketemu di
lanjutan FF desperate Houseband part 16 dan last part 17.
*bye bye ala miss indonesia*




