WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Minggu, 24 April 2011

FF/Noona Saranghae//Lee taemin

Tittle       : Noona Saranghae
Author      : Mika Bellamy
Cast         :
-      Lee Taemin as Lee Taemin
-      AnahangengHae as Cho Kyuna
-      Yosoeb Beast as Soebi
-      Park Jung Su (lee teuk) as Jung Su

FF ini terinspirasi waktu aku lagi main keluar rumah, terus ada tetangga aku cowok masih kecil baru SMP kelas 3 , ngomongin soal cinta sama aku. Truz Katanya dia kagum sama aku yang jago bahasa inggris (PD gila dibilang jago b.inggris), dari situ kepikiran aj bikin nih FF. walaupun aku tahu dah banyaaaaak banget FF yang ngangkat percintaan beda umur tapi aku suka aj, moga kalian pada suka dengan ff ini khususnya untuk saengku ana.
Hope u’ll like it. Ok reader just sit back, find your good position and enjoy the story….^-^
The Story begin

Aku tak pernah menyangka jika anak ingusan itu menembakku, bukan dengan pistol mainannya melainkan dengan sekuntum bunga mawar kesukaanku. Aku tak tahu harus berbuat apa pada waktu itu, entah perkataan dan perbuatan ku padanya menyakiti hatinya atau tidak, tapi aku tahu rasa ini salah. Tak mungkin aku berpacaran dengan anak yang usianya 8 tahun lebih muda  dari pada aku, mau di sangka apa aku ini oleh orang lain, tante-tante yang haus akan pria muda. Tidaaaaakkk
Ya, aku Cho Kyuna adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang baru saja ditembak oleh bocah berusia 16 tahun bernama lee taemin, walaupun usianya baru 16 tahun tapi bocah itu sudah kelas 3 SMA karena tingkat intelegensinya yang jauh diatas anak-anak normal pada umumnya.
~ Flashback ~
“ noona, aku mencintaimu” ucap taemin tiba-tiba saat kami sedang melakukan hal yang biasa kami lakukan setiap malam jumat, yaitu mengajarinya bahasa inggris
“ ya, lee taemin berhentilah bercanda. Cepat selesaikan soal-soal latihanmu” ucapku
“ noona, aku tak bercanda. Sejak soebi memperkenalkan kau kepadaku, lalu kau mengajari ku bahasa inggris. Aku mulai menyukaimu”
Aku menautkan alisku, aku tak tahu harus berkata apa saat ini, lee taemin teman dari adikku mengatakan cintanya padaku. Aishhh kelakar apa lagi yang anak ini akan perbuat padaku
“ soebi” panggilku pada adikku soebi yang aku hukum membersihkan halaman karena mengerjaiku habis-habisan minggu lalu
“ ya noona, aku sibuk”
“ kesini sebentar” perintahku
Ku lihat adik kesayanganku itu meletakkan selang air yang ia pakai untuk menyirami tanaman yang berada di halaman belakang rumah kami, dan segera bergegas menuju kearahku dan taemin
“ ada apa noona?” tanyanya
“ kau dan taemin ingin mengerjaiku lagi, huh?” tanyaku penuh selidik, kulihat soebi melirik pada taemin. Taemin hanya bisa menunduk
“ mengerjai apa noona, aku tak mengerti”
“ benarkah, mau ku tambah hukuman mu?”
“ aniyo, noona aku benar-benar tak mengerti” ucapnya dengan sikap seperti benar-benar tidak mengetahui semua ini
“ baiklah, teruskan hukumanmu. Kalau halaman belakang tidak bersih akan ku tambah hukumanmu! Ara?”
“ ne, noona” ucapnya pasrah lalu meninggalkan aku dan taemin berduaan lagi.
Aku menatap taemin yang sedari tadi menunduk, ia terlihat seperti anak kecil yang kehilangan ibunya. Yah dia memang masih kecil dimataku.
“ noona” ucapnya lirih dengan muka yang masih menunduk
“ soebi,tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini. Aku tidak sedang mengerjai noona. Aku memang benar-benar menyukai noona” sambungnya lagi namun kini ia sudah berani menegakkan kepalanya dan menatap dalam ke arahku.
Aku terkejut dengan pernyataannya, aku berusaha untuk melihat kebohongan dalam matanya namun nihil tak ku temukan dusta dalam matanya, itu berarti ia sungguh menyukaiku. Bocah ini sungguh-sungguh mencintaiku. DEG entah kenapa dada ini menjadi berhenti sejenak setelah mengetahuinya, apa aku juga menyukainya??? Selama ini Taemin memang berlaku baik padaku, selalu mendengarkan curhatanku jika aku ada masalah dengan Jung Su mantan pacarku yang ku putuskan atas saran darinya, membuatku tertawa setelah itu dan selalu memperlakukan aku layaknya gadis yang sama usianya seperti dia.
Dan bodohnya aku, yang selalu saja terpengaruh oleh tidak tanduknya, dan tidak menyadari bahwa semua ini akan berujung pada pernyataan cintanya padaku.
“ noona, maukah kau menjadi pacarku?” tanyanya sehingga membuyarkan lamunanku
“ mianhe, taemin-ah. Aku tidak bisa”
“ alasannya?”
Aku terdiam, mana mungkin aku jelaskan padanya alasanku menolak dia adalah karena dia masih berumur 16 tahun sedang aku berumur 24 tahun. Alasan yang sekarang sudah tidak dianggap tabu, bahkan aku pernah lihat nenek2 berusia 85 tahun menikahi remaja berusia 19 tahun dan hingga kini hidup bahagia
“ noona, jawab pertanyaanku?”
“ aku hanya tidak bisa menerimamu taemin-ah”
“ apa karena usiaku huh?”
Pernyataannya langsung menohok hatiku, aku tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat dan katakana pada bocah polos dihadapanku ini
“ noona, jawab apa hanya karena aku berusia 16 tahun? Noona, aku bisa menjagamu layaknya pria seusiamu. Aku bisa mencuntaimu layaknya pria yang usianya sama sepertimu. Aku ini sudah dewasa hanya saja masih terikat oleh usia 16”  ujar taemin menggebu-gebu, dapat kulihat dadanya naik turun setelah mengatakan hal itu, dan dapat kurasakan juga emosinya saat ini sedang naik.
Perlahan ia bangun dari duduknya lalu melangkah mendekatiku, dipegangnya dengan kasar bahuku, lalu ia mengecup kasar bibirku. Sontak hal tersebut membuat aku membelalakan mataku tak percaya atas apa yang dilakukannya, ia terus saja mengulum bibirku. Aku berusaha melepas pegangan tangannya pada bahuku, namun tidak bisa! tenaganya  ternyata lebih kuat dari yang aku bayangkan.
Akhirnya aku beraksi, Tangan kananku perlahan menyusuri pipinya, lalu kubalas pautan bibirnya. Kami saling berpautan, sedang tangan kiriku perlahan menyentuh tangannya lalu menuntunnya masuk kedalam kemejaku. Itu sontak membuatnya melepas pautan bibir kami
“ noona apa yang kau lakukan?” tanyanya cemas melihatku membuka setengah kancing kemejaku
“ katanya kau mencintaiku, inilah cinta yang sebenarnya taemin-ah” jawabku sambil meraih tangannya kembali lalu ku letakkan tangannya di pahaku
“ ya, noona. Aku tak bisa” ucapnya
Aku tersenyum kecil, lalu mengancingkan kembali kemejaku
“ sekarang kau tahu alasanku menolakmu kan? Kau memang masih terlalu kecil dan polos untukku taemin-ah”
“ noona, tapi aku mencintaimu. Hanya saja aku belum siap melakukan itu”
“ lupakan saja cintamu padaku taemin-ah. Karena sampai kapanpun aku hanya menganggapmu hanya sebagai adikku, sama seperti soebi. Ara?” ucapku sambil meninggalkannya yang terlihat sedih
~ flashback off ~
Semenjak kejadian itu, taemin bersikap biasa lagi terhadapku, tak ada lagi kata-kata cinta terlontar dari bibirnya. Ia kini sepertinya mulai bisa melupakan rasa cintanya terhadapku, dan akupun lega melihatnya. Namun entah kenapa aku kehilangan perhatiannya, sejak kejadian itu ada satu perubahan drastis dari diri taemin yaitu dia tidak lagi perhatian lagi terhadap diriku.
4 tahun kemudian

Tiba-tiba saja soebi mengatakan padaku bahwa taemin mengalami kecelakaan, aku tersedak karena saat memberitahukan hal itu aku sedang makan bakso.
“ noona, cepat. Taemin membutuhkanmu” ucap soebi panic
“ sekarang dimana dia?” tanyaku
“ di rumah sakit” jawab soebi
“ ayo aku antarkan nona” sambungnya lagi
Aku mengangguk, pikiranku kacau, diperjalanan aku hanya terus2an memikirkan keadaan taemin, hingga tak sadar bahwa soebi bukan membawaku kerumah sakit melainkan ke sebuah taman yang dulu sering aku kunjungi bersama taemin.
“ ya, soebi. Kau mengerjaiku lagi ya?”
Sebelum tanganku menghadiahi soebi dengan jitakan, tanganku di tarik oleh seseorang dan soebi lari ke belakang mobil
“ taemin-ah” pekikku
“ noona,, kau masih cantik seperti dulu” ucapnya dan ku tahu pipiku merona karena ucapannya
“ taemin-ah, apa kau bersengkokol dengan soebi untuk mengerjaiku?” tanyaku padanya, ia menggeleng
Namun tiba-tiba ku lihat dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya, sebuah cincin indah bertahtakan entah berlian atau apa.
“ noona, perasaanku masih sama seperti waktu itu, sekarang aku sudah dewasa bahkan  sudah menyelesaikan studi s1 ku dan bekerja di sebuah perusahaan software ternama”
Aku terkejut dengan apa yang ia ucapkan, di umurnya yang berusia 20 tahun ia sudah berhasil meraih gelar sarjana? Otak macam apa yang diberikan tuhan padanya?
“ noona, kau kagum padaku kan?” tanyanya dengan alis terangkat
“ how come taemin-ah?”
“ just 1 reason noona. It’s you”
Jawabannya kembali membuatku terkejut, ia memegang jemariku
“ noona, I’m still loving you. Will you be mine?? I won’t hear reason that you refuse me just because I’m young!”
Aku speechless  mendengarnya ia terlihat benar-benar dewasa, usianya tidak mencerminkan sikapnya
“ ayolah noona, aku tahu kaupun merasakan hal yang sama padaku. Kalau tidak mana mungkin kau selalu memandang fotoku tiap malam”
Aku menganga lalu menoleh tajam ke arah soebi yang terlihat terkekeh bahagia. Kemudian aku merasakan sentuhan hangat dipipiku, aku menoleh ternyata taemin memegangi pipiku dengan tangan hangatnya.
“ noona, berhentilah bersikap tidak mencintaiku”
Aku tak dapat menyangkal lagi, memang benar semua yang dikatakan taemin, aku memang mencintainya selama 4 tahun ini, aku selalu memandangi fotonya tiap malam bahkan aku sempat berharap waktu itu terulang lagi, waktu dimana aku ditembak oleh taemin.
“ noona, kau tidak bisa mengelak lagi”
“ ok, fine aku memang mencintaimu taemin-ah. Aku tidak ta…..”
Kata-kataku terpotong saat bibir hangatnya mengecup bibirku.
“ aku tahu, dan aku tak mau tahu alasanmu kenapa kau bisa mencintaiku. Yang terpenting sekarang aku tahu perasaanmu” ucapnya setelah melepaskan ciumannya
Ia menyematkan cincin yang sedari tadi dipegangnya ke jari manisku
“ noona, saranghae”
“ nado saranghae, taemin-ah” balasku

END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar