Malam sebelum pagi yang cerah itu
Josh tiba2 masuk ke kamar adiknya Ryan, dy llangsung menarik kerah baju adiknya "kau ini apa2an sih?" tanyanya ketus
Ryan melongo heran dengan apa yang diperbuat kakaknya kepadanya. ia berusaha melepaskan genggaman tangan Josh pada kerah bajunya " kau ini yg apa2an, masuk kekamar orang tanpa mengetuk terlebih dahulu????".
"aku tak perlu melakukannya" jawab josh
"apa yang tadi kau lakukan bersama perempuan itu ditaman???" sambung josh lagi
"aku tidak melakukan apapun, ia hanya sedih dengan apa yang kau perbuat terhadapnya jadi aku......." terpotong
"jadi kau apa????? berusaha merayunya dengan rayuan gombalmu itu???? hah?????"
Pertengkaran antar saudara itupun tak dapat dielakkan Namun pada akhirnya Josh mengetahui kebenaran yang sebenarnya,itu membuat josh kaget bukan kepalang tapi terbesit senyum kebahagian didalam hatinya.
"adikku kau yakin dengan pernyataanmu barusan" tanya josh pada adiknya itu, Ryan hanya mengangguk pelan. lalu josh menepuk bahu ryan dan pergi keluar dari kamar ryan.
@ kamar dee
bunyi detak jam dikamarnya serasa menganggu pendengarannya, disamping itu didalam pikiran dee melayang2 sebuah wajah, wajah seseorang yang telah membuat temannya sakit, wajah yang membakar tasnya dan wajah yang paling ia benci. namun kenapa wajah itu malayang2 terus dipikirannya.
" huwaaa.............apa2an ini, knp aku terus menerus memikirkannya???" teriak dee hingga membuat orang tuanya tergopoh-gopoh kekamarnya. papa dee langsung menunjukan muka panik, mamanya bahkan memeluknya sambil bertanya apa yang terjadi.
Dee merasa bersalah atas teriakannya yang membuat orang tuanya cemas, iapun tersenyum kuda dan mengatakan "aku tak knp2 kok ma,pa....."
Pagi yang cerah dan evanpun telah kembali walaupun ia masih harus menggunakan kursi roda
" kya! evan aku senang kau sudah kembali" ucap dee sambil merangkul evan
"ya, dee apa yg kau lakukan??? nanti kalau ................." evan tak meneruskan kata2nya,ia malah langsung ngeloyor pergi mendorong kursi rodanya menjauhi dee.
"heh,evan kalau apa???????" teriak dee smbil mengejar evan.
karena kayuhan tangan evan pada roda kursi rodanya lemah maka secepat kilat deepun bisa menangkapnya
"apa yg td mau kau katakan????" tanya dee penuh penasaran
"tidak ap2! sudah bantu aku dorong kursi roda ini ke kantin, aku lapar"
" ok,kalo kau tak mau menjawabnya aku tak kan menanyakannya lagi" ucapnya sambil mendorong kursi roda evan menuju kekantin, namun ditengah2 perjalanan dee menghentikan langkahnya lalu lari menuju kelas karena ia teringat akan sesuatu yang ia lupakan.
Dee pun kembali dengan dengan sebuah surat ditangannya dan nafas yang terengah2, evan hanya terbengong2 dengan kelakuan dee.
"buat siapa?" tanya evan
"josh" jawab dee singkat. evan menatap muka dee dengan penuh penasaran " sejak kapan kau memanggilnya josh? wah selama aku dirumah sakit aku ketinggalan banyak gosip ya????"
dee cemberut dengan pernyataan evan tadi mengenai josh " aish evan, kau ini!!!"
evan tersenyum simpul penuh misteri melihat kesaltingan yang dee perlihatkan, evan mengambil posel disakunya lalu mengetik beberapa kata.
"siapa yg kau sms?' tanya dee gantian
"rahasia donk" jawab evan sambil memeleti dee
Sekarang surat itupun sudah ada ditangan Josh, josh membuka surat dari dee
Dear Josh
"Maaf karena selama ini aku memanggilmu Ghost, adikmu memberitahuku bahwa kau tak suka dengan sebutan itu. sebagai permintaanku padamu aku akan mentraktirmu besok di Menara Geja ya jam 5 sore. kalau kau tak datang jg tak ap2 he3x"
TTD
Dee
Josh tersenyum sehabis dia membaca surat dari dee, ia teringat akan perkataan Ryan dikamarnya ia sekarang merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan terhadap adiknya itu. SeungRi,GD, Taeyang, dan daesung bingung dengan perubahan Josh hari itu ia jadi banyak senyum dan tidak mengerjai siswa2 lain
"hey josh kau ini kenapa?" tanya Daesung
"ah tidak" jawab josh tersipu lalu berlalu meninggalkan teman2nya itu.
Selagi menunggu bel masuk sekolah berbunyi dee dan evan memainkan permainan gunting,batu kertas. beberapa kali kepala dee dan evan saling kena pukul, tiba2 Ryan datang dengan senyumnya yang penuh karisma " boleh aku ikut" tanyanya lembut
Dee dan Evan pun hanya terangguk2 dengan pertanyaan Ryan barusan lalu merekapun memainkan permainan itu dengan penuh gelak tawa. "aduh Ryan,Evan sakit banget sih jitaknya" ucap dee sambil ngelus2 kepalanya
"ya,kau ini kan kalah jadi sudah seharusnya kau ini kami dihukum" ucap evan yang ditegaskan debgan anggukan kepala dari Ryan. merekapun melanjutkan permainannya
" GUNTING, BATU, KERTAS......" evan dan ryan menunjukan kertas sedang Dee batu akhirnya dee kena jitak lagi dari cowok2 ganteng itu
" aduh sakit2, pelan2 dunk" gerutu dee pada evan dan ryan yang menjitaki kepalanya dengan penuh dendan
DRAP
DRAP
DRAP
suara langkah kaki josh menggema di lorong sekolah, siswa2 yang menghalangi jalannya tanpa diberi komando langsung menyingkirkan diri kepinggir agar tak kena senggol tubuh josh yang lumayan besar
"Ryan!!!!!" teriaknya
"hentikan apa yang kau perbuat sekarang!" sambungnya lagi
Ryan, evan dan dee pun menoleh kearah Josh. Josh menghampiri mereka lalu menggengam tangan dee yang membuat dee kaget.
"ayo ikut aku"
"mo kemana?" tanya dee
"sudah jangan banyak nanya" ucapnya ketus
Josh membawa dee namun langkahnya terhenti karena tangan dee yang satunya lagi dipegang oleh ryan dan evan
" kau mau bw kemana dia?' tanya Ryan pada josh
"bukan urusanmu!!!!" jawab josh.
Dee memberikan isyrat pada Ryan dan evan untuk melepaskan tangannya, dan merekapun menuruti apa yang diisyaratkan Dee.
@ menara Geja
Dee bingung kenapa Josh membawanya ketempat yang ia janjikan pada Josh
"hey Josh kau salah baca suratku ya???? aku kan ingin mentraktirmu be...................." sebuah ciuman mendarat di bibir dee yang membuat dee tak dapat meneruskan kata2nya
" Jadilah pacarku" ucap josh setelah melepaskan pautan bibirnya dari bibir dee.
dee menutup mulutnya, ia tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. perkataan josh tadi seperti kilat yang menyambar disiang bolong tanpa adanya mendung dan hujan yang turun, kilat itu menyambar pada saat mataharu bersinar dengan amat teriknya.
Dee masih shock dengan ciuman singkat itu, Josh mengguncang2kan tubuh dee " ya, Delillah mcfoy. jawab pertanyaanku!!!" ucap josh lagi
Lalu sekonyong2 terlihat ryan yang mendorong kursi roda evan dan teman2 josh lainnya mengikuti dibelakang Ryan dan evan.
" terima aj dee" ucap evan sambil mencoba berdiri dari kursi rodanya
"evan!! apa yang kau lakukan, memangnya kau sudah.............." kepotong omongan evan
" maaf sudah membohongimu, sebenarnya aku tak apa2" kata evan
Dee makin bingung dengan situsi yang terjadi saat ini, ia merasa seperti orang bodoh yang tak tahu apa2. Ryan memegang bahu dee lalu menghadapkan dee pada tubuh kakaknya Josh
"evan itu tidak dipukuli oleh genknya josh" jelas ryan.
lalu GD pun menyerahkan sesuatu yang amat dikenali dee itu tas dee
"tas ini juga tidak dibakar oleh josh" sambung ryan
"huwaaa........... ini maksudnya ap sih????"
"ya kau ini terlalu bodoh atau terlalu muna sih" tanya Taeyang
Dee mengernyitkan dahinya lalu menatap sinis Taeyang
"dee temanku, Josh menyukaimu dan apa yang ia lakukan selama ini terhadapmu adalah triknya untuk menarik perhatianmu" jelas evan
Dee menatap josh yang berdiri mematung dihadapannya........................
wah finally FF Ghost in Love ini tutup buku diakhir tahun, jadi bacanya yang semangat ya kan pengen taun baru.
ok this the end story................
Dee menatap Josh yang hanya berdiri mematung dihadapnnya, lalu menoyor kepala josh
"kau pikir dengan melakukan semua ini, aku akan menerimamu sebagai pacarku???? seru dee
Josh menatap dee nanar, matanya bahkan hampir mau keluar mendengar apa yang barusan dee katakan. kekagetan pun tak hanya ada pada wajah josh tapi juga yang lainnya Evan, Ryan dan genkannya Josh.
"tapi kelakuanmu selama ini sukses membuatku terus memikirkanmu" sambung dee lagi, ia mengecup pipi josh walaupun untuk melakukan itu dee perlu berjinjit.
Josh tersenyum, ia pun balas mengecup kening dee,
" terima kasih delillah mcfoy, kau telah membuat Ghost ini jatuh cinta" ucap josh sambil mengangkat tubuh dee dan muter2
" Cieeeeyyy Ghost in Love" teriak evan
"josh turunin aku" rengek dee, joshpun menurunkan tubuh pacar barunya itu. ia memegang jemari dee
" sekarang aku tak peduli kau mau memanggilku Ghost or josh. karena panggilan Ghost mu terhadapku telah membuat Ghost ini jatuh cinta padamu" kata josh
Dee menatap dalam ke bola mata josh, ia meletakkan ke2 tangannya dipipi josh
" baiklah aku akan memanggilmu....................... HONEY"
lagi2 josh dibuat tersenyum dengan perkataan dee, ia kembali mengevup bibir dee lembut dan sekarang deepun membalas kecupan bibir josh.
"aishh, pasangan baru ini membuat IRI saja" ucap evan yang disambut gelak tawa oleh GD, taeyang, seungRi, Daesung dan Ryan
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar