WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Minggu, 24 April 2011

FF/JAPHOBIA/Ryewook

Tittle           : Japhobia
Author         : Mika Bellamy
Cast            :
-      Mia minorianjell as jung mimi
-      Kim Ryewook as Ryu
-      Another reader yang sudi jadi kakaknya wookie aj deh namanya Meiko
-      Kyuhyun as kyu

Ini ff req mia, mia semoga kau suka dengan ff ini ya. Mianhe kalo lama ngepostnya ini dikarenakan author sibuk ngurusin tugas kampusnya yang bejibun. Oh ya mianhe juga kalo ffnya ga sesuai dengan apa yang kamu harapkan, saya sudah berusaha membuatnya tidak gaje. o_o hohohoho (ketawa ala shinchan)

Oh ya, sebelum membaca ff ini, jangan bayangkan muka wookie yang imut2 itu ya, pada tw drama m.net kan? Yang wookie jadi kepala genk bareng donghae sm eunhyuk?? Bayangin wookie kayak gitu ya, gayanya sok cool gitu (kalo ga tw tuh drama, it derita reader aj lah, bukan derita saya, #ditimpuk jengkol sama reader#)

Ok,dari pada banyak cincong. Mending simak aja ya ceritanya.
1
2
3
Action


@ han Palreun high school

Isu kedatangan murid transfer dari jepang merebak ke seluruh penjuru sekolah, ga dimana pasti semua sedang membicarakan murid transfer itu.ketika aku berada di kantin para siswi sibuk membayangkan wajah serta rupa murid transfer itu, ketika ku melewati ruangan musik beberapa siswa membicarakan bagaimana sikap murid transferan itu, bahkan di dalam kamar mandipun aku masih sempat mendengar siswi-siswi yang membicarakan kekayaan dari murid transferan dari jepang itu.

 Aku menghela nafas, apa tidak ada topik pembicaraan lain yang bisa kalian bicarakan. Bosan sekali aku mendengar obrolan kalian mengenai murid transfer asal jepang itu. Aku mendobrak mejaku lalu dengan langkah kesal segera keluar dari ruang kelas yang menyebalkan.
“ ya, jung mimi kenapa kau?” Tanya kyu sahabat baikku ketika melihatku keluar kelas dengan pandangan kesal

Kalian juga pasti bertanya-tanya, kenapa aku bersikap seperti ini kan?
Oh ya, perkenalkan namaku jung mimi panggil saja mimi, aku murid kelas 2 di sekolah han palreun, aku punya sahabat baik bernama kyu, dia itu sebenarnya pria tulen tapi entah kenapa ia hobi sekali membicarakan cowok2 ganteng yang ada disekolahan. Dan satu lagi kalian tau hal yang paling ku takutkan di dunia ini? Bukan kecoa atau binatang menjijikan lainnya, bukan benda-benda aneh yang tak wajar untuk di takutkan. Atau apalah yang masuk daftar hal-hal yang ditakutkan oleh manusia di dunia ini.

Aku takut hal-hal yang berbau jepang, entah itu orang jepang, makanan jepang, kebudayaan jepang atau apalah pokoknya yang berkaitan dengan jepang. Teman-temanku mengatakan kalau aku ini siswi yang aneh karena ketakutanku pada jepang. Tapi aku tak peduli, memang aku takut  hal-hal yang berbau jepang. Oleh sebab itu ketika mengetahui kalau ada murid transferan dari jepang. Sikapku jadi sensitive dan sarkastik seperti ini.

Saking kesalnya memikirkan murid transferan dari jepang itu aku sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang di depanku dan BRUUUKKK. Tubrukanpun tak dapat di elakkan, tubuhku terpental ke belakang, orang yang aku tubruk pun sama terpentalnya dengan aku.

Aku melirik siapa orang itu, seorang yeoja cantik bermata sipit, berkulit putih bersih dan bibirnya yang sangat merah. Ia terlihat meringis kesakitan. Aku bangun dari jatuhku, dan membantunya untuk berdiri, namun belum sempat tanganku membantunya, ada tangan lain yang menepis tanganku.
“ jauhkan tangan kotormu dari kakakku” ucap seorang namja berperawakan kecil berambut agak panjang. Sebenarnya wajah namja itu tampan tapi sikap kasarnya membuat dia tidak terlihat tampan lagi.

“ em…mianhe” jawabku terbata-bata
“ it’s ok ryu. I’m fine” ucap yeoja itu berusaha berdiri lalu ditolong oleh namja menyebalkan itu.
“ perkenalkan, aku meiko panggil saja mei. Dan ini adikku ryu. Kami murid transfer dari jepang” sambungnya lagi dengan senyum mengembang di bibirnya membuat kecantikannya makin bertambah.
“ mwo????” aku kaget setengah mati, orang yang ingin ku hindari, sekarang malah ada di hadapanku dan memperkenalkan dirinya padaku.
“ hallooooo yeoja aneh. Kakakku berbicara padamu” ucap namja itu sambil melambai2kan tangannya di mukaku

Aku hanya terdiam, tubuhku kaku. Omo sepertinya fobiaku kumat lagi, ya beginilah reaksiku jika bertemu dengan hal-hal yang berbau jepang. Badan terasa kaku atau rekasi ekstrem adalah teriak-teriak gaje sambil lari menghindari si obyek berbau jepang.

Aku tak mau kelihatan bodoh di depan 2 orang asing ini, aku harus berusaha menghilang dari pandangan mereka yang alisnya sudah mulai berkerut melihat tingkahku yang mungkin aneh ini. Aku mencoba melangkahkan kakiku walaupun benar2 terasa kaku dan hey it’s working aku dapat menggerakan kakiku lalu dengan secepat kilat aku berlari menjauhi 2 murid jepang itu.

“ mimi” teriak seseorang ketika aku tengah berusaha menutupi rasa takutku
“ kyu” ucapku sambil memeluknya
“ waeyo?” tanyanya panik melihatku yang ngos2an
“ aku ketemu murid transfer dari jepang” jawabku dengan nada sarkastik

Kyu tersenyum menanggapi ucapanku, ia paham betul tentang perasaan takutku mengenai hal2 yang berbau jepang. Karena hanya ialah yang aku ceritakan mengenai awal dari fobiaku terhadap jepang

~ flashback ~

Jepang 6 tahun yang lalu

Aku menangis sekuat tenaga, tubuh laki2 itu terus saja menindihku tanpa ampun
“ ayah hentikan” ucapku lirih menahan sakit yang amat sangat, namun laki2 itu tidak menghiraukan ucapanku ia malah menamparku dan menyuruhku diam. Aku takut jadi ku biarkan saja laki2 itu merampas mahkotaku yang paling berharga. Laki2 yang seharusnya jadi panutan untuk ku, laki2 yang seharusnya menyayangiku laki2 yang harusnya bersikap layaknya seorang ayah malah tega berbuat seperti itu pada aku, anaknya sendiri. Walaupun dia ayah tiriku namun tak seharusnya dia menodai anak umur 11 tahun.
“ mimi-ah jangan laporkan ini pada ibumu. Mengerti??” ancamnya

Aku hanya mengangguk lalu meringkuk di sudut kamar meratapi apa yang telah terjadi. Ayah tiri yang dinikahi ibu asal jepang itu telah menodaiku. Tega sekali dia padaku. Hikz hikz hikz T.T

~ flashback off ~

“ gwaenchana, mimi?” Tanya kyu yang mencoba menarik kembali diriku yang mulai terbawa arus masa laluku yang kelam itu. Aku mengangguk walaupun ayah tiriku itu sudah meninggal namun perasaan benci, kesal dan takut pada jepang itu masih membekas padaku.

“ kajja, kita masuk kelas” ajak kyu
“ apa murid transfer itu sekelas dengan kita kyu?”
“ molla, eh btw anyway busway. Kau kan sudah lihat murid transfer dari jepang itu. Bagaimana tampangnya? Apa dia tampan?” Tanya kyu antusias
“ ya, kyuhyun!!!!” teriakku sambil menjitak kepala kyu

>>>>>>>

@ kelas

Aku mulai merasa panic, takut kalau murid transfer dari jepang itu masuk ke kelasku. Kulihat jam yang berada di dinding, detik yang dihasilkan jam itu membuatku tambah gugup menghadapi semua ini. Lalu

‘ tok tok tok ‘
Masuklah guru b.inggris kami yang bernama mr.Max (changmin maksudnya, hihihi selingkuhanku), ia membawa kamus oxfordnya yang sangat tebal beserta penggaris kayu panjang yang siap mencambuk siapa saja yang berani melawan guru killer ini. Dengan gaya berjalannya yang khas ia memasuki kelas lalu duduk dimeja. Tangannya kemudian di lipat di dada.

“ kids….today we have a new friend from japan. Hey kids come in” teriaknya
DEG

Jantungku serasa mau copot dari tempatnya, hal yang aku takutkan malah datang mengahampiriku, aku mulai panas dingin, keringat mengucur dari sela-sela dahiku. Kyu yang melihat reaksiku langsung menenangkanku dengan memegang tanganku, dan memberikan senyuman khasnya.
Murid baru itupun masuk, lalu memperkenalkan dirinya

“ Ryosuke Ginta, just call me Ryu” ucapnya dengan nada yang jutek
“ ok, Ryu. Sit beside kyu. there” perintah mr. max sambil menunjuk kursinya dengan penggaris kayu
Ku lihat mata kyu berbinar mendengar ucapan mr. max , ia terlihat senang jika murid transfer yang bernama Ryu itu duduk disampingnya.

“ mimi, dia tampan. Aigoooo aku bisa tak konsen belajar kalau begini” ucapnya
“ aishhh dasar kyuhyun” balasku. OMO kyu kau  Ganteng2 kok berkepribadian ganda, kenapa aku menyebutnya berkepribadian ganda?? Karena sebenarnya dia sudah mempunyai pacar di sekolah lain, seorang yeoja, cantik pula namun entah mengapa disini ia berperilaku seperti itu.

Jam istirahat

Aku cepat2 keluar kelas agar tak berlama2 dengan Ryu
“ mimi, tunggu aku” teriak kyu sambil berlari mengejar diriku yang sudah ada di depan kelas

@ kantin

Suasana kantin ini lebih ramai dari hari biasanya, ditambah pembicaraan para siswa mengenai Ryu si anak baru itu. Kyu menyedot ice teanya, lalu menyuap beberapa potong kentang goreng ke dalam mulutnya.

“ kau tahu, kakaknya Ryu juga sekolah disini loh. Perempuan. Cantik lagi”
“ memangnya kalau dia perempuan terus cantik, kau mau apa?” sahutku jutek
“ ya, jung mimi. Aku kan hanya memberitahumu. Kenapa kau sewot sih? Oh iya aku lupa dia juga kan orang jepang” ucap kyu sambil terkekeh

Aku menghela nafas mendengar ucapan kyu, aku sebenarnya ingin sekali sembuh dari fobiaku terhadap jepang. Fobia ini sungguh membuat hidupku tidak tenang. Aku sudah berapa kali mendatangi psikolog bahkan psikiater untuk berkonsultasi menghilangkan fobia ini, tapi hasilnya nihil.
Aku meninggalkan kyu yang masih konsen dengan kentang goring dan ice teanya, ia menanyakan kepergianku.

“ aku mau ke toilet”

@ toilet

DEG DEG DEG DEG
Yeoja itu lagi, murid transfer dari jepang dan juga kakaknya Ryu, dia berada di kamar mandi. Badanku mulai kaku, dan ia terlihat mengerutkan keningnya melihat perilakuku. Ia mendekatiku, ku rasakan badan ini seperti mati rasa, keringat dingin mengucur deras dari dahiku.
“ are u ok” tanyanya

Ini kedua kalinya aku berperilaku seperti ini, apa kali ini aku bisa lari darinya. Ku coba untuk menggerakan kakiku,tapi tak bisa. Ia makin mendekatiku lalu memegang tanganku yang sudah benar-benar kaku.

“ sepertinya kau sakit, mari ku antar ke UKS “ ia mencoba memapahku ke UKS namun karena badanku kaku. Ia kesusahan untuk menggerakan tubuhku. Ku lihat dia panic lalu mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan mengetik beberapa pesan singkat.
“ tubuhmu kenapa kaku begini?” tanyanya

Aku tak menjawab, dia menanyakan untuk kedua kalinya, belum sempat ku jawab seseorang tiba2 masuk ke toilet. Aku terkejut karena yang masuk adalah Ryu. Wajahnya terlihat cemas
“ kakak wae?”
“ bukan aku, tapi gadis ini. Lihat badannya kaku sekali. Cepat bopong dia ke UKS”
Ah APA??? Bopong?? Ryu membopong tubuhku??? Andwe!!! Dia tidak boleh melakukan itu, aku takut.
“ ANDWE!!!!” teriakku , yang sontak membuat Ryu dan kakaknya kaget
“ tolong panggilkan kyu saja” sambungku lagi
“ tapi….” Ucap kakaknya ryu
“ cepat panggilkan!!!” teriakku

Ryupun bergegas keluar dengan muka kesal sedang kakaknya tetap bersamaku, tak beberapa lama kemudian dia kembali dengan Kyu yang membuntutinya.
“ mimi, wae???”
“ bantu aku” jawabku
“ oh, ne araseo”
Kyu membopong tubuhku keluar Toilet, setelah menjauh dari 2 orang jepang itu, aku mulai merasakan tubuhku mulai lemas lagi.tidak kaku seperti tadi
“ mimi, kenapa reaksimu kaku. Biasanya kau langsung berlari sambil berteriak2”
“ molla, setiap bertemu 2 orang itu, reaksinya malah tubuhku yang menjadi kaku”

>>>>>>>>

1 bulan kemudian
Pulang sekolah, aku langsung pulang. Kali ini tak bareng dengan kyu karena ia menjemput pacarnya di sekolahain, baru saja melangkahkan kakiku keluar kelas. Ku dengar seseorang memanggil namaku, ku tolehkan kepalaku.

“ Ryu!!!!” pekikku, aku langsung berlari menghindari langkah kakinya yang mendekati aku.
“ ya, yeoja aneh. Jangan lari” teriaknya sambil mengejarku
Aku tak peduli dengan teriakannya yang memintaku untuk tidak berlari, yang ingin kulakukan hanya lari dari orang jepang bernama Ryu itu. Dan tiba di jalan aku tak menyadari sebuah sepeda motor melaju ke arahku dannnn

Braaakkkk
Perlahan aku membuka mataku, kepalaku terasa pening. Aku mencoba menyusuri setiap sudut ruangan ini dan mengingat kejadian terakhir yang aku alami. Apa aku dirumah sakit sekarang?? tapiiii suasananya tidak seperti rumah sakit, bau obat yang biasa tercium di RS pun tidak dapat ku hirup. Apa aku di rumah?? Tidak mungkin ini bukan kamarku, lalu dimana aku ini???

“ kau dirumahku yeoja aneh” ucap suara tiba2
“ R….Ry….Ryu????” aku mencoba untuk berlari lagi, namun ku rasa tubuhku kaku
“ jangan lari lagi!” ucapnya
Aku hanya bisa terdiam sambil tertunduk tak berani menatap salah satu objek fobiaku yaitu orang jepang
“ kenapa kau selalu berlari dari aku dan juga kakakku? Jika tidak lari, kau selalu berperilaku aneh jika bertemu dengan aku ataupun kakakku, apa kami begitu menyeramkan dimatamu?
Aku tak menjawab semua pertanyaan yang Ryu lontarkan, aku meremas selimut tebal yang menutup tubuhku
“ kenapa aku bisa ada disini?” tanyaku takut
“ kau tadi keserempet motor, untung saja kau tidak luka. Hanya pingsan jadi aku bawa kau ke rumahku. Sekalian aku ingin mengembalikan ini” jawab Ryu sembari menyerahkan sebuah kalung pemberian mamaku

Akuu meraba leherku, ternyata memang kalungnya tak ada
“ tadi pulang sekolah, kalungmu lepas. Aku berteriak memanggil namamu, kau malah lari dan akhirnya pingsan karena shock dengan kedatangan motor itu” jelas Ryu
“ kau ini memang yeoja aneh” sambungnya lagi

Entah kenapa mendengar semua penjelasan ryu, tubuhku berangsur2 melemas tidak kaku lagi.
“ kau beristirahatlah, sebentar lagi sahabatmu yang aneh itu juga akan kesini. Untuk membawamu pulang”
“ ah, kyu maksudmu???”
“ iya, siapa lagi? Kalian berdua memang cocok. Sama2 aneh” ucapnya ketus lalu meninggalkan aku

>>>>>>>

2 bulan
Setelah kejadian pingsan dan di tolong oleh Ryu, aku merasakan perubahan yang sangat besar terhadap rasa fobiaku, aku sudah tak kaku atau berlari menjauhi Ryu dan kakaknya. Malahan aku sekarang mulai berteman dengan Meiko, dia memang yeoja yang cantik dan juga baik, dia menganggapku sebagai adik perempuannya. Yah walaupun kadang aku suka kesal dengan sikap angkuh yang diperlihatkan Ryu. Aku jadi sering berfikir apakah meiko dan Ryu itu adik kakak, karena sifat srta sikapnya sangat berbeda seperti bumi dan langit.

Suatu hari meiko mengajakku untuk menginap di rumahnya, akupun menyetujuinya tanpa memikirkan kalau ada Ryu dirumah itu, aku menatap rumah besar yang pernah aku singgahi dulu ketika Ryu membawaku kerumahnya. Aku menegak ludah tersadar kalau aku akan bermalam di tempat orang jepang. Tapi buru2 aku singkirkan pikiran negative, itung2 ini adalah terapi yang aku lakukan untuk mengatasi fobiaku terhadap jepang.
“ anyeong” sapaku ketika aku bertemu dengan meiko
“ anyeong mimi-ah. Silahkan masuk” jawabnya dengan senyuman yang selalu menyertainya

Meiko mengajakku masuk ke dalam kamarnya, aku terpana melihat kamarnya yang beraksitektur korea. Semua barang yang ada di kamarnya semuanya berbau korea. Aku bingung, meiko ini sebenarnya orang jepang atau korea sih. Meiko yang mungkin menyadari kebingunganku, langsung menjelaskan semuanya padaku.

“ oh, ternyata ibumu orang korea ya dan hanya ayahmu yang keturunan jepang?” tanyaku
Meiko mengangguk
Aigooo, malunya aku jadi selama ini aku telah berburuk sangka pada mereka, meiko menarik tanganku
“ mau kemana?” tanyaku
“ kita makan, sekalian ku perkenalkanmu dengan orang tuaku”
“ ada ayahmu?” tanyaku kembali, karena ayahnya meiko kembali mengingatkanku akan ayah bejatku dari jepang

“ tentu saja, kenapa?” Tanya meiko
“ ah, tidak apa2” jawabku berbohong. Padahal dalam hati aku ingin berteriak sekuat2nya, dan berharap fobiaku tidak keluar saat aku bertemu dengan ayahnya meiko yang orang jepang itu.

Sampai di meja makan, aku disambut senyum hangat dari seorang wanita dan pria paruh baya, bahkan si wanita itu langsung memelukku.
“ kau yang bernama jung mimi itu ya?”

Aku mengangguk karena heran kenapa ibunya meiko bisa mengenaliku, apakah meiko sering menceritakan aku kepada ibunya
“ lebih cantik dari pada yang om bayangkan” ucap ayahnya meiko
DEG perasaanku mulai kacau saat ayahnya meiko mengucapkan kata2 itu.
“ Ryu, sepertinya kau tidak salah memilih gadis”
Mulutku menganga lebar, Ryu???? Apa dia yang menceritakan soal aku terhadap orang tuanya?? Dan apa yang tadi ayahnya bilang? Memilih gadis??? Aku??? Aishh selama makan pikiranku tidak focus pada makanan melainkan pada Ryu yang duduk di hadapanku, dan menatapku dengan pandangan sinisnya.

Selesai makan

Aku bertanya pada meiko dimana letak kamar mandi, karena aku mau membersihkan diriku terlebih dahulu, dengan membawa sikat gigi aku mengikuti arah yang meiko tunjukan padaku. Aku celingak-celinguk di rumah yang menurutku itu besaaar sekali, dan nahhhh ini dia yang aku cari, kamar mandi. Namun sebelum langkahku memasuki kamar mandi, aku melirik satu ruangan yang ada disebelah kamar mandi tersebut.

Aku terpekik kaget saat melihat fotoku banyak tergantung didalam ruangan tersebut, aku makin kaget lagi ketika ada yang meneriaki namaku,
“ jung mimi!!!”
Aku menoleh
“ Ryu!”

“ jangan kau langkahkan kakimu memasuki ruangan itu, daan jangan gunakan matamu untuk melihat ruangan itu!!!!” teriaknya kasar lalu menarik tubuhku kasar menjauhi ruangan tersebut, setelah itu ia masuk ke ruaangan itu lalu menutupnya secara kasar.
“ namja anehhhh”
“ kau yang aneh” teriak ryu dari dalam ruangan itu, teriakan itu sontak membuatku terkejut namun kemudian tersenyum.
Hey, kenapa aku ini, aku sudah tidak takut lagi dengan orang jepang?? Apa ini pertanda aku telah sembuh dari Japhobiaku??? Aku hanya bisa memikirkannya sembari masuk kedalam kamar mandi.

Di kamar meiko
“ mei, aku tak bisa tidur” ucapku pada meiko yang telah terlelap, meiko tidak mengidahkan kebosananku karena aku tak bisa tidur. Aku memutuskan untuk berjalan2 di rumah meiko. Saat aku melintas di sebuah ruangan gelap yang sepertinya ku kenal, sebuah tangan membekap mulutku dan menarikku kedalam ruangan tersebut.
“ lepaskan” seruku, disela2 bekapan orang misterius itu
Aku takut kejadian 6tahun lalu terjadi lagi padaku, aku berontak sekuat tenaga. Aku terisak, saklar lampu akhirnya menyala
“ kau????” pekik orang itu melepas bekapannya

Aku menoleh
“ Ryu???”
“ kenapa kau berjalan2 di rumahku pada malam2 begini??” teriaknya
“ kenapa kau membekap mulutku” ucapku sambil berteriak juga
“ ku pikir kau maling jadi ku bekap saja mulutmu”
“ mana ada maling secantik aku”
“ cih, cantik yang ada kau itu aneh”
“ apa????”

Aku merasa kesal dengan perkataan yang dilontarkan ryu padaku, tapi anehnya aku tidak merasakan gejala fobiaku muncul ketika aku berhadapan dengan Ryu yang notabene adalah keturunan orang jepang. Bahkan ketika tiba2 dia memegang tanganku aku tidak kaku ataupun lari ketakutan. Aku hanya bertanya kenapa ia memegang tanganku
“ kenapa kau memegang tanganku?”
“ aku tahu tentangmu”
“ tahu apa?”

Dia tak menjawab, ia hanya terus memegang tanganku, aku berusaha berfikir jernih saat ia terus saja memegangi tanganku, perasaan apa ini, hatiku berdesir hebat. Aku tak bisa mengungkapkan apa yang kini kurasakan, yang jelas aku merasa nyaman dengan genggaman tangan Ryu
“ mimi, aku sudah menanyakan semua tentangmu pada sahabatmu yang setengah aneh itu”
“ kyu, maksudmu??”
“ siapalah namanya, aku tak peduli yang penting dia sama anehnya dengan kau”
“ kau…..”
“ aku tahu tentang phobiamu terhadapku, maksudku pada orang jepang seperti aku dan kakakku. Oleh sebab itu aku, meiko dan sahabat anehmu itu berencana melakukan ini semua padamu”

Aku tak mengerti dengan ucapan Ryu, apa maksudnya kedekatanku dengan meiko hanya sebagai umpan agar phobiaku hilang?
“ kyu, menginginkanmu sembuh dari fobia anehmu,makanya dia melakukan ini. Dimulai dari pertemananmu dengan meiko, kau menginap disini dannn….”
“ dan,,,,????” aku penasaran

Cup, tiba2 kurasakan bibir kering Ryu mengecup bibirku, aku terkejut. Ingin ku tampar wajahnya tapi
tak bisa, yang membuatku tambah terkejut adalah dia malah menarik tanganku untuk menamparnya
“ tampar aku mimi, aku sudah berbuat hal yang tidak kau inginkan, jangan menjadi orang yang terus2an lari dari hal yang tidak kau inginkan. Lawanlah!!!!”

Aku terisak aku kembali teringat akan kejadian 6 tahun lalu, dimana aku hanya bisa memendam perasaan kesal, marah, benci pada ayah tiriku yang telah merebut mahkotaku. Dan itu membuatku selalu menghindar atau bersikap kaku terhadap hal2 yang mengingatku pada ayah tiriku itu yaitu Jepang.

Ryu menarik tanganku kasar lalu menempelkannya pada pipi dinginnya
“ keluarkan amarahmu selama ini mimi, keluarkan rasa benci, kesal, muak apapun itu padaku”
Selesai Ryu mengatakan hal itu, entah mendapat kekuatan dari mana aku menampar pipi ryu dengan kencang, ku jambak rambutnya, dan ku tonjok perutnya. Ia terlihat meringis kesakitan, tapi aku merasa puaas telah melakukan itu.

“ kau sudah merasa baikan? Aku janji akan menjadi tamengmu jika rasa fobiamu itu muncul, pukulah aku, aku akan menerimanya dengan senang hati asal kau bisa sembuh dari fobia aneh itu” ucapnya tersengal karena perutnya aku tonjok
Aku terdiam lalu tiba2 saja aku memeluknya dengan erat
“ gomawo Ryu” ucapku
“ harusnya kau berterima kasih juga pada sahabat anehmu dan juga kakakku, mereka juga telah banyak membantumu”
“ aku akan berterima kasih pada mereka, tapi Ryu… kenapa kau mau melakukan semua ini padaku??” tanyaku herran
“ ehmmm…. Kau sudah benar2 tidak takut lagi kan padaku?” tanyanya hati2 takut kalau2 tiba2 saja aku memukulnya

Aku mengganguk lalu tersenyum
“ jadi kau tidak takut dengan jepang lagi kan?”
Aku menggeleng menjawab pertanyaan Ryu yang satu itu, berteman dengan meiko dan juga Ryu bisa membuatku lupa kalau mereka adalah orang jepang, tapi entah jika aku melihat sushi, mendengar nyanyian jepang, atau apalah. Aku bisa mengontrol emosiku seperti yang telah aku lakukan pada meiko dan ryu.
“ kenapa?” Tanya Ryu heran
“ molla, hanya saja. Sepertinya Aku baru bisa mengatasi fobiaku terhadap kalian, kalau yang lain. Aku tak tahu”
Ryu mendekatkan wajahnya ke arahku, membuatku menunduk dan kurasa dadaku ingin meledak rasanya.

“ kalau dengan bahasa jepang kau takut?” tanyanya
Aku menggeleng tak tahu
“ aishiteru jung mimi”
Mwo?? Apa yang baru saja Ryu katakana??? Aishiteru??? Walaupun aku benci bahsa jepang tapi aku masih mengerti maksud dari kata itu
“ bagaimana, kau sudah tidak takut lagi kan dengan bahasa jepang?”

Aku terdiam, Ryu mengelus pipiku
“ diammu itu karena shock atau karena kau tak mengerti artinya jung mimi?” tanyanya dengan nada kesal
“ aku tahu, hanya saja”
“ saranghae jung mimi. Kau sudah mengerti kan sekarang kenapa aku mau melakukan ini padamu??? Ini karena aku menyukaimu”
Kyaaaaa…. Jantungku serasa mau copot mendengar semua itu dari bibir Ryu, aku tak bisa berkata apa2 lagi.
“ dengar jung mimi, aku akan membantumu menghilangkan fobiamu terhadap jepang. Aku janji akan menghapus semua lukamu terhadap Negara itu”
“ Ryu…..” pekikku
“ ehmmm…. Bagaimana kalau terapi fobia terhadap jepang denganku. Dimulai dari……..”
“ apa?” tanyaku penasaran
~ cup ~

Ryu kembali mengecup bibirku, namun kali ini aku ingin merasakan lebih dari sekadar kecupan, aku mengalungkan tanganku dilehernya menekan tekukna supaya ia memperdalam ciumannya.
“ ya, sepertinya fobiamu terhadapku sudah hilang ya jung mimi” ucap ryu yang sontak membuatku kaget dan malu.
Aku mengerucutkan bibirku, aku malu sekaligus senang dengan semua ini.
Sebulan kemudian
Aku merasakan perubahan yang signifikan pada diriku, aku sudah mau ketempat yang banyak orang jepangnya, makan sushi, dan berciuaman dengan orang jepang. Tapi orang jepang yang special untukku, yang bisa mengubahku menjadi seperti ini sekarang. Orang jepang yang sangat mencintaiku dan akupun mencintainya.
Orang jepang itu bernama ryosuke Ginta
Saranghae Ryu
Gomawo sudah membuatku melupakan kenangan burukku dan juga fobiaku.

END
Mian klo ceritanya Gaje ya mia, dan mian juga klo wookie disini perannya kubuat jd orang jepang. Dan namanya aku ganti jadi Ryu.
Eottoke????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar