WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Senin, 19 September 2011

pROPOSAL sKRIPSI mIKBEL, Ya Allah keterima engga ya?????


HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA YANG AKAN MENYUSUN SKRIPSI


  1. LATAR BELAKANG MASALAH
Mahasiswa yang akan mengakhiri studi jenjang S-1 diwajibkan menulis skripsi. Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis oleh seorang mahasiswa untuk mengakhiri materi kurikulum program keserjanaan pada pendidikan Tinggi. Hakikat dari Skripsi adalah melatih mahasiswa untuk membuat suatu kesimpulan dari berbagai analisis antara teori dan kenyataan di lapangan. Dalam mengajukan skripsi ada beberapa persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh mahasiswa, antara lain adalah telah menyelesaikan perkuliahan sekurang-kurangnya 75% dari seluruh jumlah sks yang harus ditempuh pada program studi yang mahasiswa tersebut pilih, telah lulus mata kuliah yang secara langsung berkaitan dengan metode penelitian dan metude penulisan karya ilmiah, telah mepunyai judul yang telah disetujui oleh ketua jurusan/program studi, mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk S-1 minimal 2,00 dan ada kesanggupan dari dosen pemimbing.
Jika Persyaratan itu telah terpenuhi maka Mahasiswa dapat mengajukan skripsinya dan melanjutkan judul skripsi tersebut ke penelitian. Dan setelah melakukan penelitian maka hasil dari penelitian itu disidang. Keputusan sidang akan berpengaruh pada apakah mahasiswa tersebut berhak menyandang Gelar yang kurang lebih mahasiswa perjuangkan selama 4 tahun.
Namun kenyataannya banyak mahasiswa yang sudah diatas semester 8 atau sudah 4 tahun menjadi mahasiswa belum dapat menyelesaikan Skripsi mereka.  Dilihat dari beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mahasiswa mengajukan Skripsi, memungkinkan mahasiswa untuk menunda skripsi mereka karena jumlah sksnya kurang, belum mengikuti kuliah atau tidak lulus dalam mata kuliah yang berkaitan dengan metode penelitian dan metode penulisan karya ilmiah, IPK kurang dari 2.00 dan lagi ketidaksediaannya dosen pembimbing.
Suatu  penundaan atau kecenderungan menunda-nunda memulai suatu pekerjaan dapat disebut Prokrastinasi, Menurut Silver Seseorang yang melakukan prokrastinasi tidak bermaksud untuk menghindari atau tidak mau tahu dengan tugas yang dihadapi. Akan tetapi mereka hanya menunda-nunda untuk mengerjakannya, sehingga menyita waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.
Padahal, inti dalam surat Al-Ashr yang berarti Masa, mengingatkan kita bahwa semua manusia itu dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik. Jadi Mahasiswa yang menunda-nunda dan tidak memanfaatkan waktunya secara baik akan merugi. Baik rugi waktu karena harus lebih lama lagi berkuliah, uang, dan juga fisik.
Penundaan tersebut menyebabkan dia gagal menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Sehingga Mahasiswa yang menunda-nunda penulisan skripsinya dapat disebut Prokrastinator akan lebih lama untuk mengajukan skripsi atau menulis skripsi mereka, Mahasiswa yang menunda penulisan skripsi karena faktor-faktor yang telah disebutkan diatas.
Dari beberapa penulisan karya ilmiah yang saya baca, ada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Prokrastinasi, Faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. salah satunya adalah faktor dari dalam diri sendiri (Internal) yaitu Kondisi Psikologis Individu. Menurut Millgram , dkk. Trait kepribadian individu yang turut mempengaruhi munculnya perilaku penundaan, misalnya trait kemampuan sosial yang tercermin dalam self regulation dan tingkat kecemasan dalam berhubungan sosial Besarnya motivasi yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi prokrastinasi secara negatif, makin tinggi motivasi intrinsik yang dimiliki individu ketika menghadapi tugas, akan semakin rendah kecenderungannya untuk prokrastinasi akademik . Berbagai hasil penelitian juga menemukan aspekaspek lain pada diri individu yang turut mempengaruhi seseorang untuk mempunyai suatu kecenderungan perilaku prokrastinasi, antara lain; rendahnya kontrol diri
Kontrol diri merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi kemampuan untuk mengendalikan perilaku, kecenderungan untuk menarik perhatian, keinginan untuk mengubah perilaku agar sesuai untuk orang lain, menyenangkan orang lain, selalu konform dengan orang lain, menutup perasaannya. Calhoun dan Acocella (1990) mendefinisikan kontrol diri (self-control) sebagai pengaturan proses-proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri.
 Goldfried dan Merbaum (dalam Lazarus, 1976), Mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. Kontrol diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan (Lazarus, 1976) Synder dan Gangestad (1986) mengatakan bahwa konsep mengenai kontrol diri secara langsung sangat relevan untuk melihat hubungan antara peribadi dengan lingkungan masyarakat dalam mengatur kesan masyarakat yang sesuai dengan isyarat situasional dalam bersikap dan berpendirian yang efektif. Menurut Mahoney dan Thoresen, (dalam Roberts, 1975) kontrol diri merupakan jalinan yang secara utuh (integrative) yang dilakukan individu terhadap lingkungannya. Individu dengan kontrol diri tinggi sangat memperhatikan cara-cara yang tepat untuk berperilaku dalam situasi yang bervariasi. Individu cenderung akan mengubah perilakunya sesuai dengan permintaan situasi sosial yang kemudian dapat mengatur kesan yang dibuat perilakunya lebih responsif terhadap petunjuk situasional, lebih fleksibel, berusaha untuk memperlancar interaksi sosial, bersikap hangat dan terbuka.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kontrol diri dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku, pengendalian tingkah laku mengandung makna yaitu melakukan pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu untuk bertindak. Semakin tinggi kontrol diri semakin intens pengendalian terhadap tingkah laku.
Untuk melihat keterkaitan antara Self Control dengan Prokrastinasi akademik mahasiswa yang akan mengerjakan skripsi, maka dalam pengajuan proposal skripsi ini, penulis tertarik untuk meneliti “HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA YANG AKAN MENYUSUN SKRIPSI”



  1. PERUMUSAN MASALAH
Menilik dari latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu : “ Apakah ada Hubungan antara Self Kontrol dengan Prokrastinasi akademik mahasiswa yang akan menyusun skripsi?”

  1. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Self Kontrol dengan Prokrastinasi akademik Mahasiswa yang akan menyusun Skripsi.

  1. MANFAAT PENELITIAN
1.      Diharapkan dapat member sumbangan bagi Psikologi Pendidikan dan memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat member gambaran mengenai hubungan Self Kontrol dengan Prokrastinasi akademik Mahasiswa yang akan menyusun Skripsi.
2.      Diharapkan dapat membantu memberikan informasi khususnya kepada para orang tua, konselor kampus, dan juga dosen dalam upaya membimbing dan memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan Self Control yang dimiliki sehingga Prokrastinasi Akademik tidak terjadi.

1 komentar: