WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Senin, 19 September 2011

Can You Smile//Top Bigbang


Title                : Can You Smile
Author            : of Course Me, Mika Bellamy
Cast                :
-      Choi Seung Hyun
-      Yoon/Choi Minyoung

Seung Hyun POV
Kupandangi wajah polosnya saat tidur, aishhh Tuhan aku sangat mencintai makhluk ciptaanMu yang satu ini, aku elus rambut hitam panjangnya sepertinya itu membuatnya terganggu lalu menggeliat dan membuka matanya
“ maaf membuatmu bangun”
“ gwaenchana” ucapnya sambil tersenyum
Aku kembali menatap wajahnya, ia mengerutkan alisnya seperti meminta penjelasan kenapa aku memandanginya, aku menggeleng
“ liar, katakan kenapa? Aku cantik?” Tanya dengan gaya aegyo
Aku kembali menggeleng
“ aishhh, Choi Seung Hyun masih saja membohongi perasaanmu” ia merengut sambil memutar posisi tidurnya membelakangiku
“ aku ini sudah menjadi istrimu. Tidak bisakah kau sedikit saja jujur dengan perasaanmu sendiri dan mengungkapkannya” ia kembali berbicara dari nadanya sudah dapat kupastikan dia marah
Maafkan aku Minyoung-ah, aku memang namja bodoh yang sulit mengungkapkan perasaan. Aku memandangi punggungnya yang membelakangiku. Ingin rasanya ku peluk tubuh kecilnya namun akhhh ini yang membuatku gila. Aku selalu tak bisa membuatnya bahagia dengan sikapku yang sulit diprediksi kadang romantis, kadang menyebalkan, kadang tidak peduli. Aku sendiri tidak tahu kenapa dan apa alasannya
Paginya,
Ku lihat dia sedang mempersiapkan kopi untukku. Ia menaruh kopi itu diatas meja tanpa tersenyum atau berbicara sepatah katapun. Dia pasti masih marah. Aku mengepalkan tanganku, kesal terhadap diriku sendiri yang tak bisa berbuat apa2 untuk membuatnya kembali tersenyum
“ aku berangkat” ucapku, ia hanya memandangi kepergianku, tiada lagi kecupan hangat, tak ada ucapan selamat tinggal atau senyum yang selalu mengiringi kepergianku
Seung Hyun Paboooooooooooo, aku merutuki diriku sendiri selama perjalanan menuju kantor. Aku dan minyoung menikah memang bukan karena saling mencintai, kami dijodohkan oleh kedua orang tua kami, diawal pertemuan kami sudah membuat perjanjian untuk  membuat kami saling mencintai dan belajar mencintai. Ia akan membuatku jatuh cinta begitu juga aku, aku akan belajar mencintainya begitu juga dirinya akan belajar mencintaiku.
Awal pernikahan kami, semuanya berjalan lancar. Kami bertindak sebagai pasangan yang baru saja memulai pendekatan namun entah mengapa saat aku mulai merasakan hal yang ganjil yaitu perasaan akan kehilangan dirinya, perasaan rindu saat tak ada disampingnya, perasaan menyesal saat bersalah padanya. Aku bukan mengartikannya kalau aku jatuh cinta padanya, aku malah menjauhinya karena takut perasaan ini makin dalam.
@ kantor
“ hyung, gwaenchana? Kau terlihat pucat” aku menoleh ke sumber suara, ternyata itu adalah asistenku yang bernama Lee Byung Hun.
“ gwaenchana, byung hun-ah tolong ambilkan aku minum” pintaku padanya, ia mengangguk lalu keluar ruangan kerjaku dan kembali beberapa menit kemudian
“ ini hyung” ia menyodorkan segelas air putih
“ hyung, apa perlu obat?”
Aku menggeleng
“ ehmm, hyung jam 1 siang nanti, hyung ada meeting dengan direktur perusahaan ponsel yang akan bekerja sama dengan perusahan periklanan kita”
Aku melirik jam yang melingkar ditanganku, jam 12.30 aku ingin beranjak dari tempat dudukku lalu tiba2
Drtttt Drtttt Drtttt
Ponselku berbunyi, ku lihat nama penelponnya ternyata minyoung. Aku langsung mengangkatnya
“ yeobseoyo”
“ seung hyun-ah, aku ingin berbicara denganmu. Temui aku di tempat biasa, ne? jangan terlambat” ucapnya tanpa menunggu jawabanku,ia sudah menutup teleponnya. Kenapa tiba2 dia ingin mengajakku bicara??? Aku mencoba menerka2 apa yang akan minyoung bicarakan padaku nanti.
Aku memanggil Lee Byung Hun untuk membatalkan meeting, asistenku itu tampak terkejut dengan keputusanku
“ tapi hyung, jika kau batalkan meeting ini, perusahan lain akan mengambilnya” ucapnya dengan air muka yang khwatir, tapi aku lebih mengkhawatirkan minyoung.
“ aku pergi, jika kau tidak mau kehilangan klien. Kau pimpinlah meeting tersebut. Semua ada dipundakmu sekarang. Aku percaya padamu” ucapku sambil memegang bahu byung hun dan pergi meninggalkannya
@ Bukit tempat dimana seung hyun sering bertemu minyoung
Aku mengedarkan pandanganku disekitar bukit mencari sosok cantik yang walaupun sehari aku sangat merindukan senyumannya itu. Dan Aha itu dia, gadis cantik yng tengah duduk manis di sebuah bangku sambil memegangi bunga bogenvile dan memainkannya dengan memutar2 bunga berwarna ungu itu.
Aku menghampirinya
“ sudah lama?” tanyaku, di menggeleng. Aku duduk disampingnya sambil melihat wajahnya
Ya ampun Choi Minyoung, ku mohon berikanlah aku senyumanmu yang mendamaikan itu, apa sikapku begitu menyebalkan hingga membuatmu begini?
“ seung hyun-ah” ia memanggilku dengan suara lirihnya, dapat kupastikan apa yang akan dibicarakannya sangat serius
“ ne”
“ ehmmmm, ayo kita cerai saja. Aku tidak kuat menghadapi sikapmu yang tidak jujur pada perasaanmu sendiri itu”
Aku terkejut mendengarnya, namun lagi2 aku hanya menaggapinya dengan keterpakuan
“ bagaimana? Apa kau mau?” tanyanya lagi
Aku memandangnya dengan penuh tanda Tanya, apa dia tidak sedikitpun mengerti aku. Aku memang sulit untuk mengungkapkan perasaanku, iapun sudah tahu akan hal itu tapi kenapa terus saja mendesakku
“ seung hyun-ah, apa kau mencintaiku. Karena aku sudah jatuh cinta padamu” ucapnya dengan mata berbinar
Ku mohon minyoung-ah, jangan menagis dihadapanku. Dan jangan terus mendesakku seperti itu, jelas aku….aku mencintaimu tapi……….
“ seung hyun-ah……..” ia mengguncangkan tubuhku
“ kebisuanmu akan kuanggap sebagai bentuk persetujuan, aku salah menilaimu. Aku kira kau akan berubah dan setidaknya menunjukan perasaanmu terhadapku tapi………….aishhh sudahlah. Aku pergi. Annyeong” ia beranjak dari duduknya, sebelum ia melangkah meningalkanku, ku genggam tangannya membuat minyoung menoleh kearahku
“ wae??”
Ia seperti menanyakan apa maksud dari aku yang menghentikan langkahnya, tapi rasanya sulit sekali untuk mengucap jangan pergi
“ kenapa kau diam saja, seung hyun-ah. Apa kau selalu begini?? Kau tidak tahu caranya berbicara ya???”
Omongan terakhirnya entah kenapa membuatku sedikit emosi, ku hempaskan tangannya
“ YOON MINYOUNG, CUKUP!!! Kau tahu kalau aku bukanlah pria yang bisa mengungkapkan perasaanya kenapa kau terus saja mendesakku untuk berubah. Kenapa kau begitu egois???”
Ia menganga tak percaya dengan apa yang baru saja kuucapkan
“ aku egois??? Kamu yang egois choi seung hyun!!! Kamu ga pernah tahu rasanya melihat pasangan lain saling melempar pujian pada pasangannya, saling bercumbu berpelukan, saling mengutarakan perasaannya. Rasanya sakit sekali. Aku punya suami tapi sepeti tidak punya!!!” ia berteriak mengatakan hal itu, air mata turun membasahi pipi mulusnya
“ memangnya kau pikir, aku tidak merasakan hal yang sama. Akupun sama tersiksanya denganmu!!!” aku tak kalah berteriak, memuat tangisannya makin menjadi
“ fine, choi seung hyun. Aku minta cerai!!!!!”
Kali ini ia benar2 meninggalkanku tanpa bisa kucegah, ku lihat punggungnya makin menjauh lalu tak terlihat
Namja pabooooo, Choi Seung Hyun Pabooooooo. Aku berlari mengejarnya namun saat diujung jalan aku melihat sebuah truk berjalan menuju minyoung
“ minyoung awwwwaaaaasssssss”
Teriakanku telat tubuh mungil gadis yang kucintai terpental tertabrak truk
“ Andweeeeeeeee!!!!!”
Kepalaku pusing sekali semua yang kulihat seakan berputar dan berbayang. Aku merasakan tubuhku oleng dan setelah itu hanya gelap
“ Hyuuuungggg”
Senyap2 ku dengar seseorang memanggilku, aku mengerjapkan mataku dan membukanya perlahan, seiring dengan terbukanya mataku aku menghirup bau obat yang sangat menyengat
Apa aku berada di rumah sakit??? Aku melihat sekelilingku, putih dan sekonyong2 ku lihat bayangan seseorang
“ lee byung hun???”
“ hyung gwaenchana???” tanyanya panik
Aku memegang kepalaku
“ aku kenapa?”
“ hyung tadi dikantor  saat ingin meeting tiba2 pingsan, kata dokter hyung kurang tidur dan terlalu banyak minum kopi sehingga maag hyung kambuh”
“ minyoung??? Minyoung???”
“ noona sedang dalam perjalanan kemari, aku sudah mengabarinya” jawab byung hun
Jadi, apa yang barusan terjadi hanya mimpi buruk semata?? Kalau iya, terima kasih tuhan karena aku tidak mau kehilangan minyoung, aku akan berubah aku akan sedikit membuka perasaanku, aku akan mengungkapkan pada minyoung bahwa aku mencintainya. HARUS!!!!!
Cklekkkk
Tak beberapa lama kemudian ku dengar pintu kamar inapku terbuka, minyoung??? Kagetku saat melihatnya menghampiriku dengan wajah penuh air mata
“ seung hyun-ah, gwaenchana???” ia mengusap keningku, aku tersenyum lalu memegangi tangannya
“ mian membuatmu khawatir, aku tidak apa2” walaupun aku sudah mengatakan hal itu raut muka khawatirnya belum juga hilang, aku beranjak dari tidurku, sudah kuputuskan hari ini aku akan mengungkapkan perasaanku yang selama ini kupendam
“ hyun, jangan……….”
Aku menangkup pipi minyoung, itu membuatnya menghentikan bicaranya
“ sudah kubilang aku tidak apa-apa, berhentilah memasang wajah khawatir seperti ini”
“ hyuuun” matanya yang bulat entah kenapa menjadi bertambah bulat mungkin karena perubahan sikapku padanya
Ya, harus kutetapkan. Hari ini aku harus mengatakannya
“ minyoung-ah”
“ ne” ia menjawab sambil menunggu perkataanku selanjutnya
“ mianhae atas sikapku selama ini padamu, pasti mennyusahkanmu. Namun aku sadar kalau…… sikapku ini karena………….”
Ia makin menatapku penuh
“ karena………..aku……………….ehmmmmmm”
“ hyun-ah, sebenarnya kau mau berkata apa?”
“ aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku tidak tahu sejak kapan tepatnya aku mencintaimu tapi perasaan ini juga sungguh menyakitkanku. Aku takut perasaan ini malah tambah membuatmu sakit oleh sebab aku sering berperilaku kasar terhadapmu, berpura2 tidak peduli padamu, dan mmpthhhhhh”
Aku terkejut, kata2ku terpotong saat tiba2 minyoung menarikku lalu mengecup bibirku
“ kau ini banyak omomg seung hyun-ah, aku juga mencintaimu. Dan aku juga tahu kau merasakan hal yang sama terhadapku”
Sepertinya salah satu alisku reflek mengangkat keatas, mencoba mencerna kata2nya. Dia tahu perasaanku???
“ kau ingat janji kita? Membuat saling mencintai dan belajar mencintai. Ketika aku merasakan cinta padamu aku tahu kau juga merasakan hal yang sama. Karena kita sudah belajar saling mencintai” ucapnya panjang lebar sambil menunjukan senyumnya
Ehmmm, akhirnya aku bisa melihat senyumnya. Aku suka sekali senyumnya
“ minyoung-ah, boleh aku menjadi suami seutuhnya bagimu?” pertanyaan aneh terlontar begitu saja dari mulutku, tapi aku terkejut melihat respon minyoung, ia mengangguk seraya memelukku
“ tapi jangan disini ya, kau kan masih sakit” ucapnya malu2
“ ehmm, kalau begitu kiss saja” pintaku, aku mendorong tubuhnya agar berhenti memelukku ku tarik dagunya lalu ku cium bibirnya, hal yang ingin sekali kulakukan selama aku menikah dengannya. Ku pagut mesra dirinya, ku dekap tubuhnya erat seakan aku tidak mau melepaskannya, kuraskan ia membalas pagutan bibirku.
Lidahku dengan lincah menyerodok masuk kedalam rongga mulut minyoung, menyusuri setiap inchi didalamnya. Tuhan aku senang sekali hari ini, aku harap aku tidak mengecewakannya nanti
‘Grebbbb’
“ Kya!!! Seung hyun-ah. Kau apakan dadaku????”
END
Kalau banyak yang suka aku mau buat sequelnya dan seq’a itu NC, ada yang berminat??? Kalau ga berminat sih tak apa2, hehehe. Btw gomawo yang mau baca ff ini
#bow bareng MinTopJoon#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar