WELCOME TO MIKBEL'S CUBE

THE PLACE WHERE I ALWAYS SHARE ALL ABOUT MY FAVORITE THINGS

Kamis, 10 November 2011

[FanFict] Special Gift For The Best Husband

Title                : Special Gift For The Best Husband
Author            : Istrinya Choi Seung Hyun yang lagi Ulang Tahun. It’s me Mika Bellamy a.k.a Minyoung
Genre              : Family Story
Rate                : PG17
Cast                :
-      Choi Seung Hyun a.k.a TOP Bigbang
-      Yoon/Choi Minyoung
-      All Member Bigbang
-      Another cast you can find out later


Disclaimer      : CHOI SEUNG HYUN ADALAH MILIK PARA VIP DAN CHAMER, TAPI UNTUK SAAT INI IZINKAN CHOI SEUNG HYUN HANYA MILIK SAYA SEPENUHNYA (PEACE BUAT PARA FANSNYA TOP ^-^v)

Suamiku

Choi Seung Hyun

Aku meyakini cintamu, karena engkau seorang yang baik dan bermaksud membawaku ke jalan kebahagiaan dan
menawarkan sejuta cinta bagi kesepian hati dan jiwaku. Aku harap aku bisa membalas semua cinta yang telah kau
berikan padaku, terima kasih selama 3 tahun ini sudah menjadi suami terbaik bagiku. Datanglah ke tempat pertama kita
bertemu,kita rayakan ulang tahunmu disana bersama-sama. Selamat Ulang tahun suami tercintaku. Aku selalu
mencintaimu.
Istrimu

Choi Minyoung

Aku membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh minyoung istriku, aku tersenyum membayangkan apa yang akan ia
berikan di hari ulang tahunku yang ke-26 (anggaplah segitu, aslinya kan 24)

“ hyung, kenapa senyum2 sendiri? Kau tidak menikmati pesta yang kami berikan?” Tanya jiyoung, musisi hebat dan leader
terkeren yang pernah ku kenal. Ia seorang yang sangat taught, disaat badai skandal yang menimpanya, ia menghadapi
semuanya dengan lapang dada. Kwon Jiyoung kau daebak.

“ hyuuuung” panggilnya lagi, membuyarkan lamunanku mengenai dirinya

“ nde, ani aku sangat menyukai pesta ini. Gomawo….” Aku memeluk saeng sekaligus leader Bigbang itu

“ jiyoung-ah, tentu saja TOP hyung gelisah. Dan terlihat tidak menikmati pesta ini. Kau lihat tidak ada minyoung
disampingnya, mana mungkin seorang suami menikmati hari ulang tahun tanpa istrinya” jelas youngbae yang datang
bersama seungri dan juga daesung.

Apa yang dikatakan youngbae 100% benar sekali, aku merindukan istriku. Seusai pesta yang diberikan pihak YG aku
akan segera ke tempat dimana aku bertemu dengan istriku.

“ hyung, saengil chukae. Semoga hubunganmu dan minyoung noona akan langgeng selama-lamaaaaaaanya” seungri si
magnae tampan ini memberikan selamat padaku, dengan menaruh sebuah kado ditanganku

Daesungpun tak mau kalah, dia menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun membuat semua yang datang ke pesta
kejutan ini ikut bernyanyi. Ahhh minyoung-ah, andai kau bisa ada disini.

“ hyung, selamat ulang tahun. Ne. cepat punya anak dengan minyoung, aku tak sabar ingin menggendong bayi”
youngbae tersenyum lalu berlalu pergi dari hadapanku.

DEG

Entah kenapa jantungku seperti berhenti berdetak saat youngbae menyebut-nyebut kata Anak dan Bayi. Otakku
sekarang seperti sebuah roll film yang memutar ulang kejadian 3 tahun lalu dimana, aku melakukan kesalahan terbesarku
sebagai seorang suami

*Flashback On*


“ seung hyun-ah, besok kau harus anterin aku cek kehamilan ya……jangan batalkan janji seperti 2 minggu yang lalu”
rengek minyoung dengan menarik-narik lenganku, aku mencubit hidungnya sambil mengangguk. Aku tak mungkin
membatalkan janji untuk kedua kalinya mengantarkan istriku itu untuk cek kehamilannya yang berusia 4 bulan. Aku
mengelus perut minyoung yang agak sedikit membuncit itu

“ honey, kalau bayi kita perempuan,mau diberi nama apa?” tanyaku

“ aku maunya laki-laki”

“ ani, perempuan saja kan lucu” selaku, minyoung menggeleng dia ngotot ingin anak laki-laki sedang aku ingin anak
perempuan. Sampai terbesit pikiran pervertku

“ honey, bagaimana kalau kita buat lagi? Jadi yang didalam sini laki-laki dannnnn” aku mengangkat tubuhnya menuju
kamar, ia agak sedikit meronta namun kemudian malah memeluk leherku erat, aku baringkan tubuhnya secara perlahan

“ sekarang kita buat yang perempuan” aku menyeriangi nakal kearah minyoung, ia merengut namun pada akhirnya malah
menarikku kedalam pelukannya

“ paboya, kau tidak boleh diatas. Nanti bayinya bisa sesak nafas” ucap minyoung sambil mendorong tubuhku, aku
menepuk kepalaku

“ mian, aku lupa kalau didalam sini kan ada dedenya” aku mulai mengelus perut minyoung lagi sambil beralih posisi duduk
di sisi ranjang dan menaikkan minyoung diatas pahaku

“ kalau seperti ini, dedenya masih bisa bernafas kan??” ke kerlingkan mata kiriku untuk menggoda minyoung, dia mencubit
dadaku

“ kau ini” aku tersenyum lalu mengecup bibirnya lembut, makin lama ciuman itu makin intens dan kalian tahulah apa yang
seterusnya terjadi

Esoknya aku menyesal sekali tidak bisa menemani minyoung ke doter untuk check-uo, tiba2 saja ada urusan pekerjaan
yang harus ku selesaikan dengan sponsor yang telah mensposori konser BigShow.

Aku menelpon minyoung untuk memberitahunya ketidakbisaanku untuk menemaninya, ia memang bilang tidak apa-apa
namun aku yakin betul ia pasti kecewa denganku. Ditambah entah kenapa perasaan ini tidak enak.

“ hyung gwaenchana?” Tanya daesung saat melihatku sedari tadi hanya melamun

“ ani, hanya memikirkan minyoung” jawabku

“ tenang saja hyung, setelah pekerjaan ini selesai. Kita semua akan menjemput minyoung noona” teriak seungri
bersemangat

Setelah pekerjaan dengan sponsor kami selesai, aku tergesa-gesa menuju mobilku diikuti Jiyoung, Youngbae, Daesung
dan juga Seungri. Seungri, daesung dan jiyoung duduk dikursi tengah mobil sedang youngbae menemaniku didepan.
Baru saja aku menyalakan mobilku, ponselku bergetar. Aku melihat layar LCD ponselku, aku mengernyitkan dahi karena
nomornya tidak aku kenal.

Biasanya aku selalu menghiraukan nomor tidak kukenal namun kali ini entah kenapa aku menjawabnya

“ yeobseyo…..nde…….a…ap….apa??? dimana? Ne, aku akan segera kesana”

“ hyung ada apa?” Tanya youngbae menanyakan keadaanku, karena aku tahu pasti sekarang wajahku pasti kelihatan
cemas

“ young-ah, dia mengalami kecelakaan”

“ Apa???” seru semua member Bigbang

@ Hospital

Aku menanyakan keadaan minyoung pada dokter yang menanganinya, dokter berperwakan tinggi itu mengatakan
bahwa keadaan minyoung agak kritis, ini disebabkan kondisi badan minyoung yang lemah membawa janin yang
dikandungnya ditambah lagi, minyoung mengalami sedikit depresi. Aku menganga tak percaya, Depresi??? Apa
kesibukanku ini membuatnya depresi, minyoung-ah, mianhae.

“ jadi apa kandungannya baik2 saja?” dokter itu menggeleng

“ kecelakaan itu membuat nyonya minyoung shock dan akhirnya terjadi pendarahan”

“ maksud dokter??”

“ nyonya minyoung mengalami keguguran, dan keguguran itu menyebabkan nyonya minyoung sulit untuk mempunyai
anak lagi”

 Jantungku seakan berhenti mendengar ucapan dokter itu, ucapannya seperti petir yang menggelegar dan memporak-
porandakan hatiku. Aku berjalan lemas menuju kamar inap minyoung, aku melihat tubuhnya terbaring lemah diatas
ranjang dengan muka pucat pasi

“ apa yang akan terjadi padamu minyoung-ah, jika kau mengetahui keadaan anak kita” aku mengacak-acak rambutku
frustasi, kalau saja aku menemanimu pasti kejadian ini tidak akan terjadi. Aku suami bodoh minyoung-ah

Aku menghela nafas, untuk mengumpulkan keberaninku untuk mengatakan semua ini pada minyoung, jiyoung,
youngbae, daesung dan seungri yang sudah mengetahuinya memberikan dukungan untukku.

“ hyung, katakanlah. Kalau noona marah padamu biarkan, kau bisa memperbaiki kesalahanmu” ucap seungri sambil
memelukku, aku tersenyum lalu melepas pelukan dan masuk kedalam kamar inap. Aku duduk disebelah ranjang lalu
mengenggam tangan minyoung erat

Ku lihat istriku itu mengerjap-ngerjapkan matanya lalu tersenyum saat melihat keberadaanku, aku menanyakan
keadaannya dan dia bilang tidak apa-apa

“ hyunnie, bagaimana dengan keadaan anak kita?” minyoung mengelus-elus perutnya, aku meneguk ludah, sementara ku
lihat ekspresi minyoung berubah saat mengelus perut ratanya.

“ hyuuunn????” ia memanggilku seakan sudah mengetahui apa yang terjadi pada anak yang dikandungnya, matanya
mulai berlinang. Aku semakin mengenggam tangannya, mulutku tak mampu berucap sepatah kata, minyoung mulai
menangis

“ hikz….anak kita hyun. Hikz…….aku bodoh, harusnya aku tak memaksakan untuk periksa tanpa kehadiranmu. Harusnya
aku menunggumu, harusnya……………”

Aku memeluknya erat untuk memotong perkataannya, kenapa istriku menyalahkan dirinya sendiri? Bukankah aku yang
menyebabkan dia seperti ini? Kalau saja aku mengantarkannya, mungkin dia tidak akan mengalami kecelakaan.

“ minyoung-ah, mianhae, ini semua salahku” minyoung menggeleng

“ aku bukan suami yang baik untukmu, harusnya aku tidak membatalkan janji, harusnya aku menemanimu, harusnya…”

“ ssstttt, ani. Jangan salahkan dirimu hyunnie. Hikz…..”

Kami berdua larut dalam kesedihan, minyoung melepaskan pelukanku, lalu menatap mataku sendu, Tuhan aku
membuatnya terlihat menyedihkan

“ hyunnie, mungkin tuhan belum memberikan kita kesempatan untuk mempunyai anak. Kita coba lain kali, ne?”

Miris hatiku mendengar perkataannya, istriku begitu tegar walaupun ia mengetahui bayi yang dikandungnya telah tiada.
Namun apa dia akan setegar ini ketika mengetahui bahwa ia akan sulit mempunyai anak lagi??? Tuhan, aku harus
bagaimana???

Dilema seperti sedang merajamku bertubi-tubi, aku tidak mengalami sakit secara fisik namun batinku tersiksa akan semua
ini. Minyoung dan calon jabang anakku mengalami ini karenaku. Karenaku.

“hyunnie, gwaenchana? Temani aku disini,ne? aku perlu sedikit melupakan soal anak kita” matanya mulai berair, ia
memelukku erat. Dapat kurasakan bahuku basah, mungkin karena air matanya. Tangan panjangku mengelus kepalanya,
berusaha mengalirkan aliran cinta kepadanya supaya istriku itu lebih baik perasaannya

“ aku akan disini untukmu, minyoung-ah. Saranghae”

“ aku juga mencintaimu” ku kecup puncak kepalanya

Sebulan setelah kejadian itu, aku baru memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi, mengatakan
bahwa minyoung akan sulit untuk mempunyai anak lagi, ia tersenyum menanggapi pernyataanku, entah apa makna dari
senyuman itu, tapi yang pasti aku takut mengetahui makna dibalik senyuman itu

“ aku sudah mengetahuinya hyunnie, memangnya aku bodoh. Pada awalnya aku memang sulit untuk menerimanya,
namuuuuunn aku sadar bahwa apa yang telah terjadi mungkin sudah rencana tuhan. Di dunia ini tidak ada yang abadi
kan? Termasuk anak kita, toh kalau pada akhirnya kita………..” minyoung sedikit menjeda perkataannya dengan menghela
nafas

“ bisa mengadopsi anak kan? Lagipula lihat hikmah dibalik semua ini, kau dapat proyek album serta film, coba kalau kita
sudah punya anak, pasti anak kita tidak sempat kau urus kan???”

Aku langsung memeluk istriku itu

“ young-ah, kau membuatku seperti suami yang tidak baik” minyoung langsung meregangkan pelukan saat aku mengatak
hal itu, ia menatapku tajam lalu mencubit pipiku

“ kalau kau katakan itu lagi, aku bersumpah akan marah padamu. Kau itu suami yang baik untukku, paling baik. Jadi
jangan pernah merasa bahwa kau suami yang tidak baik,ne?”

Aku menganggung lalu kembali memeluk istriku, dalam hati aku berjanji pada minyoung bahwa aku akan selalu menjad
suami terbaik untukknya

*Flashback off*


Aku memegang dadaku, bukan karena sakit namun karena aku mengingat hal yang membuatku lebih baik, aku pamit
pada rekan2 di YG untuk segera meluncur ke tempat dimana aku pertama kali bertemu dengan Minyoung. Pucak
Dokyusan, sebuah gunung dengan pemandangan indah di daerah Muju. Kala itu aku sedang melaksanakan pemotretan,
sedang dia sedang melkukan penelitian. Hujan besar mempertemukan kami, di tengah cuaca ekstrim sehabis hujan
ditambah dinginnya udara pegunungan kami saling mengalirkan getaran-getaran cinta. Dari situ pertemuan kami semakin
intens, dan akhirnya aku dan minyoung memutuskan untuk menikah.

“ hyung, mau kemana buru2?” Tanya daesung

“ aku ingin menjadi suami terbaik untuk istriku, aku tidak mau membuatnya menungguku dihari ulang tahunku” ucapku
seraya melambaikan tangan dan pergi meninggalkan pesta, aku memutar-mutar kunci mobilku, ku pakai topiku agar para
fans yang berada dijalanan kurang mengenaliku.

Beep Beep

Mobil yang terkunci segera terbuka saat ku tekan tombol otomatis kunci mobil, sebelum meluncur ke Muju, ku sempatkan
diriku untuk membeli tulip berwarna merah, warna kesukaan minyoung. Kata minyoung bunga tulip itu melambangkan
keabadian, jadi aku selalu memberikannya bunga tulip agar cintaku dengan minyoung serta pernikahanku dengannya
dapat berlangsung selamanya hingga hanya maut yang bisa memisahkan kita.

@ Muju

Tepatnya di puncak Dokyusan, aku mengambil sebuah jaket, karena ini bulan November udara disini mulai bertambah
dingin. Kupakai jaket tebal berwarna hitam dengan line merah dilengan. Tak lupa menyembunyikan bunga tulip di
belakang punggungku. Tanpa diberi tahu, aku bisa menemukan minyoung. Minyoung sedang duduk di sebuah kursi kayu
dengan warna pudar dimakan usia, Ia terlihat imut dengan jaketnya yang super tebal dengan hoodie berbulu
dikepalanya, kaki jenjangnya diayun-ayunkan ke udara membuatnya terlihat seperti anak kecil.

Aku mengambil jalan lain, supaya aku bisa mengangetkannya, dari arah belakang perlahan aku berjalan.

“ hyunnie….. jangan coba2 mengagetkanku ya…….”

Aku menghentikan langkahku, darimana minyoung tahu bahwa aku sudah berada didekatnya dan mau
mengangetkannya. Ia menoleh kebelakang lalu menyunggingkan senyum yang teramat manis. Aku mengerucutkan
bibirku, rencanaku untuk mengangetkannya gagal total. Aku menghampirinya lalu memberikan bunga tulip yang kubeli
tadi. Ia menerimanya dengan rona bahagia

“ kau yang ulang tahun, kenapa aku yang diberi bunga?” tanyanya, aku mencubit hidungnya pelan, walaupun pelan itu
membuat tanda kemerahan di hidungnya

“ sekarang, aku minta hadiahu” aku menegadahkan tanganku didepannya, ia tersenyum lalu mengecup bibirku singkat

“ hanya itu???” aku menanyakannya kembali, karena sebuah kecupan singkat walaupun sangat ku suka itu belum cukup
untukku.

“ hadiahmu, ada diatas sana” minyoung menunjuk puncak Dokyusan, lalu menarikku menuju gondola.

Sekarang aku dan dia sedang berada di gondola, gondola ini akan membawa kami ke puncak dokyusan. Di dalam
perjalanan menuju puncak, aku menanyakan padanya kenapa ia bisa tahu kedatanganku. Ia meringsut kedadaku dan
memelukku

“ bau parfummu ini yang bisa membuatku mengetahui keberadaanmu” aku tersenyum senang, ia begitu mengenal diriku,
bahkan bau parfumku dia hafal. Choi Minyoung nan jeongmal Saranghae, aku meneriakannya dari atas gondola.
Membuatnya memukul dadaku pelan

“ jangan berbuat gila”

Sesampainya di puncak Dokyusan, aku kembali menagih hadiahku pada minyoung.

“ sabar sedikit dong tuan choi” ia menarik tanganku ke sebuah tempat di Puncak Dokyusan

“ mau kemana?” tanyaku heran

“ jangan banyak Tanya, kau mau hadiahmu kan???” sikap misteriusnya selalu bisa membuatku penasaran, sesampainya di
tempat yang ia tuju. Mataku terbelalak tak percaya. Minyoung menyiapkan sebuah dinner di puncak Dokyusan serta lilin
berwarna merah, cuaca sore yang sudah mulai remang menjadi indah terkena pantulan cahaya dari lilin-lilin tersebut.
Walaupun aku adalah pria entah kenapa semua hal berbau perempuan ini membuatku bahagia. Harusnya aku yang
melakukan ini untuk minyoung tapi malah istriku itu yang melakukannya untukku. Ehmmm aku jadi ingin mengatakan
Soooo Sweeettt

Aku menikmati hidangan yang dibuat oleh tangan istriku sendiri, aku mengecup tangannya lembut sewaktu ia selesai
menuangkan wine ke gelas.

“ masih ada lagi kejutan untukmu suamiku”

“ lagi??” minyoung mengangguk, lalu berjalan dan berdiri dibelakangku

“ lihat kesana ya” perintahnya sambil menunjuk suatu tempat, lalu ia menyuruhku untuk menghitung mundur dari 3 ke sati

“ 3……2…..sa…..tu…..” ucapku, dan sedetik kemudian kembang api berkobar dari tempat yang ditunjukan minyoung, aku
benar2 diperlakukan bagai wanita sekarang. aku saja belum pernah melakukan hal seperti ini pada minyoung istriku yang
sudah kunikahi selama 5 tahun. Aku benar2 merasa bukan seorang suami yang baik untuknya. Tak terasa pipi panas oleh
buliran air mataku

Minyoung menolehkan wajahku agar ia bisa melihatnya

“ kau menagis??” tanyanya

“ young-ah…….aku seperti……aku menjadi…….” Ia tetap menatapku dengan tatapan datar, membuatku makin merasa
bukan suami yang baik untuknya selama ini

“ berhentilah berfikiran bahwa kau bukan suami yang baik untukku, hyuuun. Aku melakukan ini bukan untuuk
menyindirmu tapi karena aku mencintaimu, aku ingin membuat kenangan indah di hari ulang tahunmu. Selamat ulang
tahun suamiku” minyoung membalikkan tubuhku, lalu berjinjit dan menempelkan bibirnya dibibirku. Ciuman yang sangat
lembut namun penuh dengan cinta

“ gomawo young-ah” aku memeluk tubuh istriku itu, ia membalas pelukanku

“ selamat ulang tahun suami terbaikku, aku sangat beruntung memilikimu” ucap minyoung berbisik ditelingaku

“ gomawo, dan aku juga sangat sangat sangaaat beruntung mendapatkanmu” aku mengangkat tubuhnya keatas dan
memutar-mutarnya

“ hyuuun, turunkan aku. Kau bisa membuat anakmu pusing” aku berhenti memutar-mutar tubuh minyoung lalu menatap
wajah kebingungannya, aku menatap wajahnya seakan menanyakan apa maksud dari yang ia katakan tadi. Anak???

Ia tersenyum lalu meraih tanganku, telapak tanganku diletakkannya di perut rampingnya

“ ini hadiah special untuk suami terbaikku” ucapnya sambil mengerlingkan mata, entah apa yang aku rasakan saat ini.
Bahagia, bingung, terharu semuanya bercampur menjadi satu seperti gado-gado (bawa nama makanan Indonesia ah,
^_^).

“ hyuuun” panggil minyoung karena melihat keterdiamanku, aku tersenyum lalu memeluk tubuh istriku itu erat

“ kau tidak bercanda kan?”

“ mana mungkin aku bercanda. Tuhan mendengarkan doa kita, dan dia memberikannya tepat dihari ulang tahunmu. Kau
bahagia?”

Mana mungkin aku tidak bahagia, aku sangat bahagiaaaaa Choi Minyoung, ucapku sambil berteriak, teriakanku
menggema di puncak Dokyusan

“ sekali lagi, selamat ulang tahun Choi Seung Hyun, aku mencintaimu”

“ gomawo, nan jeongmal gomawoyo. Nado saranghae, istriku” aku menatapnya, mungkin kini mataku berkaca-kaca
karena berusaha menahan luapan emosi yang membuncah didalam dada. Ia memegang pipiku dan mengelusnya lembut.
Aku mendekatkan wajahku lalu mengecup bibirnya, kecupan itu berubah menjadi lumatan yang cukup intens. Aku
terbawa suasana, hingga tak melihat tempat kami berciuman, sampaiiiii

“ Hyuuuunggggg………….” Aku melepas pautan bibirku, dan menoleh. Aku melihat ke4 member bigbang lainnya berjalan
kearahku sambil tersenyum-senyum

“ aku tahu kau sedang ulang tahun, tapi bisakah kalian melakukan adegan 17+ itu di rumah saja” gerutu maknae seungri
sambil melirik minyoung

“ mian, seungri-ah” ucap minyoung

“ noona, kau tidak salah. Karena ku tahu yang memulainya terlebih dahulu pasti hyung” tuding seungri sambil
menunjukku, aku menunjuk diriku sendiri mempertanyakan tuduhan seungri

“ sudah, seungri-ah. Biarkan saja hyungmu itu bersenang-senang dengan young-ah, lagipula ini kan hari ulang
tahunnya” ucap jiyoung menengahi

“ ne, ne. By The Way, happy birthday hyung. Moga pernikahanmu dengan young-ah langgeng” ucap seungri, ditambah
dengan daesung, jiyoung dan juga youngbae.

Kalian tahu??? Menurutku ini ulang tahun terbaik yang pernah aku rayakan, mendapat kado special dari istri tercintaku.
Dan bisa berkumpul dengan keluarga keduaku yaitu Bigbang tanpa harus memikirkan schedule yang padat.

CHoi Minyoung aku tak tahu tanpamu aku akan seperti apa, karena bagiku kaulah yang mengisi roh dalam diriku, jika aku
kehilanganmu. Sama artinya aku kehilangan hidupku, dan Bigbang adalah roh keduaku, boyband ini yang bisa
membawaku dalam puncak ketenaran, walaupun bagiku tenar itu biasa, yang tidak biasa adalah kemampuan menyanyiku
bisa tersalurkan dalam boyband ini.

Aku tertunduk sejenak untuk berdoa pada tuhan dihari ulang tahunku, kalian tahu apa yang kudoakan, aku hanya ingin
keluargaku baik appa, oemma, minyoung dan juga bigbang bisa selalu bahagia. Karena kebahagiannya merupakan
kebahagianku juga. Amin

Ah satu lagi, aku lupa akan hal yang satu ini. Tuhan ku mohon, lancarkan danceku. Amieennn

Treetttt……………..Treeetttttttt

“ saengil chukahamnida, saengil Chukahamnida. Saranghaneun uri Seung Hyun. Saengil Chukahamnida”

Nyanyian yang dilantunkan Jiyoung,Youngbae,Daesung, Seungri dan juga minyoung menutup acara pesta ulang
tahunku di puncak dokyusan. Dan satu yang ingin ku katakan aku bahagia sekarang

END

I swear, ni FF sebenarnya telat banget. But lebih baik telat daripada engga sama sekali kan? Thx God akhirnya si Mr.Zee
engga ngambek lagi, karena dia ngambek mulu. Semua FF comeback jadi pada tertunda. Hi3x

Gomawo yang udah mau baca *bow bareng TOP*





Tidak ada komentar:

Posting Komentar